TEMPO.CO - Berang-berang dikenal sebagai hewan pengerat yang cerdas dan memiliki kemampuan luar biasa dalam membangun habitatnya. Berang-berang (genus Castor) menjadi hewan pengerat terbesar di Amerika Utara dan Eurasia, serta menempati peringkat kedua terbesar di dunia setelah kapibara.
Dilansir dari laman Britannica, hewan ini dikenal sebagai "insinyur ekosistem" karena kemampuannya mengubah lanskap dengan membangun bendungan dari ranting, batu, dan lumpur. Bendungan ini menciptakan kolam yang bisa meluas hingga beberapa hektare, memberikan habitat bagi berbagai spesies lain.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Berang-berang hidup di sungai, danau, rawa, serta daerah pesisir, dengan tubuh yang bisa tumbuh hingga 80 cm panjang dan berat mencapai lebih dari 50 kg.
Berang-berang dulunya merupakan bagian penting dari ekosistem alami. Dikutip dari laman National Trust, perburuan besar-besaran yang terjadi pada abad ke-16 di Britania membuat hewan ini punah karena mati diambil bulu, daging, dan kelenjar aromanya.
Saat ini, populasi berang-berang hanya ditemukan di beberapa lokasi tertentu, termasuk kawasan konservasi tempat mereka dilepasliarkan untuk membantu mengatasi dampak perubahan iklim.
Pelepasliaran berang-berang menjadi salah satu strategi restorasi ekosistem. Dengan kemampuannya membangun bendungan, hewan ini berperan dalam menjaga kelembapan lahan, mencegah erosi, serta menciptakan habitat bagi berbagai spesies lain.
Berikut adalah 14 fakta menarik tentang berang-berang yang dikutip dari laman WWF UK dan Wild Trout Trust:
1. Pengerat Raksasa di Air
Berang-berang adalah salah satu pengerat terbesar di dunia dengan tubuh kekar sepanjang 70–100 centimeter (cm) dan ekor pipih sekitar 30–40 cm. Kaki belakangnya berselaput untuk berenang, sementara bulunya tebal dan kedap air. Beratnya bisa mencapai 30 kg, menjadikannya salah satu mamalia air tawar terbesar di Eurasia.
2. 85 Persen Berang-Berang Eurasia Tinggal di Eropa
Dulu hewan ini tersebar luas di Eropa dan Asia, tetapi kini lebih dari 85 persen populasinya bertahan di Eropa, terutama di perairan tawar yang dikelilingi hutan, lahan pertanian, atau bahkan di tengah kota.
3. Giginya Berwarna Oranye
Salah satu ciri khasnya adalah gigi berwarna oranye terang yang mengandung zat besi, membuatnya lebih kuat dalam menggerogoti batang pohon.
4. Jago Renang dan Penyelam Andal
Sebagai perenang ulung, berang-berang bisa melesat hingga 8 kilometer (km) per jam dan bertahan menyelam selama 15 menit. Mereka juga memiliki kelopak mata transparan yang berfungsi seperti kacamata renang alami.
5. Suka Kulit Kayu
Meskipun herbivora, mereka dapat menebang pohon berdiameter lebih dari satu meter untuk mendapatkan kulit kayu dan ranting. Aktivitas ini menciptakan habitat hutan basah yang kaya akan pepohonan seperti aspen, willow, birch, alder, dan tanaman air lainnya.
6. Sering Dicap Perusak
Aktivitas mereka seperti membendung sungai, menggali tanah, dan menebang pohon kerap dianggap merugikan, terutama bagi petani dan pemilik lahan.
7. Punya Peran dalam Mengatasi Perubahan Iklim
Meski sering dianggap pengganggu, berang-berang justru memiliki peran ekologis penting, seperti membantu mengendalikan banjir, memperbaiki kualitas air, dan menciptakan habitat baru bagi berbagai spesies ikan, burung, dan amfibi.
8. Hampir Punah di Britania Raya
Di Britania Raya, populasi berang-berang sempat nyaris punah akibat perburuan liar dan hilangnya habitat. Namun, berkat program konservasi dan reintroduksi di lebih dari 25 negara Eropa, jumlahnya kini meningkat hingga 1,5 juta ekor.
9. Habitat Berang-Berang
Mereka hidup di sungai, danau, rawa, serta parit yang kaya akan vegetasi berkayu dan herba. Habitat idealnya adalah lembah berhutan dengan sungai berarus lambat atau danau yang dikelilingi pepohonan.
10. Ahli Konstruksi Bendungan hingga Terowongan
Berang-berang membangun bendungan dari ranting, lumpur, batu, dan tanaman untuk mengatur ketinggian air. Jika tidak memungkinkan, mereka akan menggali terowongan hingga 20 meter ke dalam tepi sungai.
11. Mandiri Sejak Usia 2 Tahun
Berang-berang mencapai kematangan seksual pada usia 20 bulan dan melahirkan 2–4 anak per tahun. Mereka hidup dalam kelompok keluarga, sedangkan anak muda akan berpencar mencari wilayah sendiri setelah berusia dua tahun.
12. Status Hukum
Di Eropa, berang-berang telah direintroduksi secara luas dan dikategorikan sebagai spesies "risiko rendah" oleh IUCN. Namun, status hukumnya berbeda di setiap negara, dengan beberapa wilayah mengizinkan pengendalian populasi berang-berang secara terbatas.
13. Perlindungan dan Pengendalian Berang-Berang
Beberapa negara memberikan kompensasi kepada pemilik lahan yang mengalami kerugian akibat aktivitas berang-berang. Jika bendungan menyebabkan banjir atau menghambat migrasi ikan, masyarakat dapat membongkarnya, tetapi berang-berang sering kali akan membangun kembali struktur yang dihancurkan tersebut.