60 Juta Bisa Bangun Rumah 30 Meter Persegi dalam 1,5 Bulan

9 hours ago 16
RumahPenampakan rumah dengan bata interlocking di Desa Jaten Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menguji teknologi bata interlock untuk pembangunan rumah bantuan. Teknologi ini ditargetkan bisa memangkas biaya sekaligus mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Uji coba dilakukan pada pembangunan rumah baru di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Rumah tersebut diresmikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, Kamis (13/8/2026).

Bekerja sama dengan perusahaan semen, Pemprov Jateng menjadikan bata interlock sebagai alternatif material konstruksi. Hasil awalnya cukup menarik. Rumah seluas 30 meter persegi tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp60 juta dan selesai dalam waktu sekitar 1,5 bulan.

Gus Yasin mengatakan, penggunaan teknologi tersebut berpotensi membuat pembangunan rumah lebih efisien dibanding metode konvensional.

“Kalau dihitung oleh tukang, biasanya satu meter persegi itu Rp3 juta. Berarti kalau 30 meter persegi habisnya Rp90 juta. Tetapi alhamdulillah pembangunan ini kita biayai dengan angka Rp60 juta,” kata Gus Yasin.

Menurut dia, efisiensi biaya dan waktu menjadi alasan Pemprov Jateng mulai menguji bata interlock untuk program bantuan rumah.

“Ini yang kita dorong untuk pemakaian, pengaplikasian khususnya untuk bantuan-bantuan rumah dari Pemprov Jawa Tengah,” ujarnya.

Untuk tahap awal, teknologi tersebut baru diterapkan pada dua rumah. Pemprov Jateng akan mengevaluasi hasil pembangunan sebelum mempertimbangkan penerapannya secara lebih luas.

Inovasi ini juga dikaitkan dengan upaya mengurangi persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) dan backlog perumahan di Jawa Tengah. Pada 2026, Pemprov Jateng mengintervensi peningkatan kualitas 5.111 RTLH di 35 kabupaten/kota. Sebanyak 235 unit berada di Wonogiri.

Selain itu, Pemprov Jateng menyiapkan pembangunan baru sebanyak 120 unit rumah untuk membantu mengatasi backlog. Dari jumlah tersebut, 20 unit berada di Kabupaten Wonogiri.

Salah satu penerimanya adalah Isnano Dalhari Nuryanto, warga Desa Jaten yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan sekitar Rp1 juta-Rp2 juta per bulan. Sebelumnya, ia bersama keluarganya masih menumpang.

Kini, sebuah rumah baru telah berdiri dan siap ditempati bersama keluarganya.

“Layak banget (rumahnya),” kata Isnano.

Jika hasil evaluasi bata interlock dinilai efektif, teknologi ini berpeluang menjadi salah satu pilihan Pemprov Jateng untuk membangun rumah bantuan dengan biaya lebih terjangkau dan waktu pengerjaan yang lebih singkat. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |