Aquene Djorghi Hadapi Tantangan dari Sinetron ke Layar Lebar

13 hours ago 13

BAGI Aquene Djorghi, berpindah dari lokasi syuting sinetron ke set film layar lebar bukan sekadar urusan durasi tayang. Ada pergeseran fundamental dalam cara ia memandang ruang dan emosi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Putri pasangan aktor Sultan Djorghi dan Annisa Trihapsari ini menceritakan bagaimana ia harus membongkar ulang kebiasaan aktingnya demi film layar lebar perdananya, Semua akan Baik-baik Saja.

Transisi dari layar kaca ke layar lebar ternyata memberikan pengalaman mendalam yang disebut Aquene sebagai "culture shock". Ia merasakan perbedaan teknis yang sangat kontras antara ritme kerja sinetron dengan film layar lebar. Di dunia sinetron, ia terbiasa dengan batasan teknis yang sangat ketat. Aktor harus menyesuaikan diri sepenuhnya dengan posisi kamera.

"Ruang di film tuh luas sekali. Kalau di sinetron, dialog harus sama dengan naskah, duduk harus di titik tertentu. Sedikit saja pindah, langsung out frame ," ungkap Aquene kepada Tempo pada Rabu, 29 April 2026.

Di bawah arahan tim produksi Tiger Wong Entertainment, Aquene justru didorong untuk menguasai panggung secara natural. Sang sutradara, Baim Wong, sering menekankan bahwa kamera yang akan mengikuti gerakan-geriknya, bukan sebaliknya. Hal ini sempat membuatnya tidak terbiasa karena harus mengubah pola kerja yang selama ini ia jalani.

Aktris Aquene Djorghi (kiri), aktor Alim, sutradara dan aktor Baim Wong, ketika berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Jakarta, 29 April 2026. Baim Wong akan meluncurkan film drama "Semua Akan Baik-baik Saja" pada 13 Mei 2026. Tempo/Ratih Purnama

Belajar dari Christine Hakim dan Reza Rahadian

Selama proses produksi Semua akan Baik-baik Saja, Aquene tidak hanya beradaptasi dengan kamera teknis, tetapi juga menyerap ilmu dari aktor-aktor kawakan. Kehadiran nama besar seperti Christine Hakim dan Reza Rahadian di lokasi syuting menjadi kelas akting nyatanya. Ia mengaku kagum melihat profesionalisme kedua aktor senior tersebut yang sudah bertransformasi menjadi karakter mereka sejak pertama kali menginjakkan kaki di lokasi syuting.

"Aku sampai lokasi masih sebagai Aquene Djorghi. Tapi beliau-beliau itu, setiap masuk set, badannya sudah langsung berubah gelagatnya menjadi karakter," ucapnya.

Saat ia mencoba mencari tahu teknik di balik transformasi instan tersebut, para senior memberikan jawaban yang menantang, "Itu memang harus dirasain aja." Pesan ini kemudian ia terapkan melalui penegasan diri setiap pagi sebelum memulai syuting, meyakinkan dirinya sendiri bahwa hari itu ia adalah Malika.

Tantangan Menjadi Sosok Kakak untuk Pertama Kali

Aktor Alim dan aktris Aquene Djorghi, ketika berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Jakarta, 29 April 2026. Tempo/Ratih Purnama

Dalam film ini, Aquene memerankan tokoh Malika yang memiliki tanggung jawab besar terhadap adiknya. Menariknya, peran ini menuntut penelitian mendalam karena di kehidupan nyata Aquene tidak memiliki adik. Ia harus bertanya kepada kakaknya sendiri untuk memahami bagaimana perasaan seorang kakak saat melihat adiknya dalam kesulitan atau sakit.

Aquene mengakui bahwa di masa lalu, fokusnya terkadang terpecah saat berakting. Namun dalam proyek ini, ia berusaha untuk hadir sepenuhnya. "Kadang akting itu enggak 'di sana', otaknya ke mana-mana. Jadi sekarang aku membiarkan tubuhku merespons apa yang harus direspons saja, padahal aku enggak pernah jadi kakak di dunia nyata," ungkapnya.

Untuk mencairkan suasana dan membangun chemistry yang natural, Aquene dan Alim menghabiskan waktu di pusat permainan sebelum syuting dimulai. Pendekatan ini dilakukan agar Aquene bisa mengenali bahasa tubuh dan kesukaan Alim, seperti kegemaran sang adik pada musik tertentu yang akhirnya terbawa hingga ke set.

Meski demikian, proses ini tetap menyisakan cerita unik. Aquene menceritakan bagaimana Alim sering merasa salah tingkah (salting) saat melakoni adegan kedekatan kakak-adik, seperti saat ia harus membantu mengancingkan baju Alim. “Aku harus terus ingatkan, 'Alim, jangan malu, ini kita saudara'. Tantangannya di situ, menjaga agar emosi Alim tetap stabil di tengah suasana syuting yang intens,” tutur Aquene.

Perjalanan emosional Aquene Djorghi dan Alim dalam mencari makna keluarga dapat disaksikan dalam film Semua akan Baik-baik Saja yang tayang serentak di bioskop mulai Rabu, 13 Mei 2026.

ANDARA ANGESTI

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |