BANDARA Internasional sering kali identik dengan arsitektur megah dan bisa menampung penumpang dalam jumlah yang sangat banyak. Interior yang megah saja tidak cukup, namun juga harus memiliki standar kenyamanan, kesehatan, dan higienitas yang baik. Seperti dalam laporan terbaru Skytrax tahun 2026 yang menempatkan kebersihan sebagai prioritas utama di berbagai bandara.
Di tengah persaingan ketat antarhub global, Jepang kembali membuktikan posisinya di peringkat atas di berbagai kategori bandara terbersih di dunia. Di mana Bandara Haneda di Tokyo berhasil mempertahankan posisinya sebagai "World's Cleanest Airport 2026" untuk kategori bandara utama. Pencapaian ini menjadi momen bersejarah karena sudah sepuluh kali Haneda mempertahankan posisi tersebut, seperti dilansir dari Travel + Leisure.
Bandara-bandara di Asia juga mendominasi penghargaan tersebut. Setelah Haneda, bandara terbersih lainnya secara berurutan, Bandara Incehon Seoul, Bandara Changi Singapura, Banda Narita Tokyo, Bandara Hong Kong, Bandara Toutan Taiwan, Bandara Kansai, Bandara Zurich, Bandara Honggiao Shanghai dan Bandara Fiumcino Roma.
Baca juga: Bagaimana Melewati Pemeriksaan Bandara dengan Aman?
Omotenashi dan AI
Salah satu alasan Bandara Haneda mendapat predikat tersebut adalah filosofi Omotenashi. Pncak keramahtamahan Jepang yang mengubah aktivitas bersih-bersih menjadi sebuah seni. Ada sekitar 700 tenaga kebersihan yang bekerja non-stop 24 jam. Mereka wajib lulus ujian nasional "Building Cleaning Technician" sebelum diizinkan menyentuh sudut bandara. Cara kerjanya menggunakan teknik pembersihan saintifik yang diadaptasi dari teknologi Amerika Serikat dan Eropa, namun dipoles dengan ketelitian khas Jepang agar tidak mengganggu aktivitas penumpang.
Bandara Haneda juga memadukan teknologi dan dedikasi staff untuk menjaga kebersihannya seperti dilansir dari Travel and Tour World. Penggunaan mesin pembersih otomatis berbasis Artificial Intelligence (AI) dan sensor pemantauan area secara real-time memungkinkan tim kebersihan bergerak presisi. Sebelum kotoran sempat terlihat oleh mata penumpang, sistem digital sudah lebih dulu memberi sinyal kepada petugas untuk merespons.
Selain kecanggihan teknologi, aspek keberlanjutan kini mulai menyatu dalam standar kebersihan bandara tersebut. Penggunaan cairan pembersih yang ramah lingkungan serta sistem pengelolaan limbah yang efisien menjadi bukti bahwa menjaga kebersihan bandara kini berjalan dengan tanggung jawab menjaga bumi. Seperti dilansir dari Islands, Haneda telah menyiapkan rencana dengan investasi senilai ¥150 miliar (sekitar Rp15,6 triliun). Dana ini dialokasikan untuk mewujudkan visi tahun 2030, yaitu bertransformasi menjadi bandara paling canggih yang ramah manusia dan lingkungan.
Tak hanya bandara terbersih, Haneda juga menyabet predikat fasilitas aksesibilitas terbaik (World's Best PRM and Accessible Facilities) selama enam tahun beruntun hingga 2024. Mulai dari toilet khusus, akses kursi roda yang mulus, hingga teknologi layar transparan untuk penerjemahan bagi pelancong tunarungu kini menjadi standar di sana.
Imanda Zahwa berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: 10 Bandara Teraman di Dunia 2025 Menurut Skytrax


















































