Cottonink Archipelago Hadirkan Trunk Show Pasar Sukaria, Pesona Sentuhan Wastra Nusantara

6 hours ago 11

CANTIKA.COMJakarta - Cottonink Archipelago, lini dari brand lokal Cottonink yang dikenal mengangkat elemen wastra Nusantara dalam balutan busana kasual, menghadirkan trunk show bertajuk “Pasar Sukaria” sebagai perayaan koleksi terbarunya, Cita Senada.

Lewat koleksi ini, Cottonink Archipelago mengeksplorasi motif wajik khas tenun Jepara yang diolah melalui teknik embroidery dan weaving yakni dua pendekatan yang telah menjadi DNA dari lini tersebut. Koleksi Cita Senada sekaligus menjadi refleksi perjalanan awal Archipelago, yang sejak awal memang terinspirasi dari kekayaan tekstil tradisional Indonesia, khususnya tenun dan kain ikat.

COTTONINK Archipelago menghadirkan trunk show bertajuk Pasar Sukaria di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026/Foto: Instagram/COTTONINK

Acara trunk show yang berlangsung pada 22 Mei 2026 di Nirmana Falatehan, Blok M, tidak hanya berfokus pada presentasi koleksi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih imersif. Mengusung konsep pasar tradisional dalam interpretasi modern, pengunjung diajak merasakan suasana hangat dan akrab khas pasar melalui berbagai instalasi interaktif.

Nuansa tersebut semakin terasa lewat kehadiran pertunjukan tari dari Omah Wulangreh, sajian kudapan serta jajanan pasar, hingga elemen visual yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dalam balutan estetika kontemporer.

COTTONINK Archipelago menghadirkan trunk show bertajuk Pasar Sukaria di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026/Foto: Instagram/COTTONINK

CEO dan Creative Director Cottonink, Carline Darjanto, menyebut koleksi ini memiliki makna personal bagi brand. “Koleksi ini terasa sangat personal karena seperti membawa kami kembali ke titik awal COTTONINK Archipelago dibangun. Senang sekali, 14 tahun setelah koleksi tenun dan ikat pertama lahir, kami tetap konsisten merespons warisan tekstil Indonesia,” ujarnya.

Ia juga berharap pendekatan yang dihadirkan melalui koleksi dan konsep acara dapat membuat wastra Nusantara terasa lebih dekat dengan generasi masa kini.

Sementara itu, Brand and Marketing Director COTTONINK, Ria Sarwono, menjelaskan bahwa tema “Pasar Sukaria” dipilih karena merepresentasikan karakter koleksi yang sarat cerita dan dekat dengan keseharian masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi tetap bisa hadir dalam konteks yang relevan dan modern,” jelasnya.

Ria Sarwono, Brand and Marketing Director COTTONINK dan Carline Darjanto, CEO and Creative Director COTTONINK saat ditemui usai trunk show bertajuk Pasar Sukaria di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026/Foto: Cantika/Ecka Pramita

Koleksi Cita Senada sendiri menghadirkan total 83 desain untuk wanita, pria, hingga anak-anak. Ragam item yang ditawarkan mulai dari kebaya, kain lilit, kemeja, hingga outerwear, menjadikannya fleksibel untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan, termasuk aktivitas sehari-hari.

Dari segi proses kreatif, pengembangan koleksi ini memakan waktu cukup panjang, mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi yang berlangsung selama beberapa bulan. Setiap detail dirancang untuk menghadirkan nuansa Indonesia yang autentik, mulai dari inspirasi visual seperti elemen pasar tradisional, hingga sentuhan budaya seperti jamu yang merepresentasikan kehangatan lokal.

Melalui koleksi ini, Cottonink Archipelago tidak hanya menghadirkan busana, tetapi juga narasi tentang identitas, tradisi, dan bagaimana keduanya bisa terus hidup dalam gaya yang lebih relevan bagi generasi saat ini.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |