REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Indonesia akan menjadi tuan rumah The 1st Asia Pacific Regenerative Medicine Congress (APREMIC) 2026 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 2-4 Juli 2026.
Kongres Kesehatan Regeneratif Asia Pasifik Pertama tersebut dihadiri 14 negara diantaranya USA, Kanada, UK, Brazil, KSA, UAE, Pakistan, Iran, Swedia, Filipina, Malaysia, Jepang, Indonesia, dan China. Kongres mengangkat tema 'Perkembangan Terkini dalam Aplikasi Klinis dan Terapi Pengobatan Regeneratif'.
Presiden INASRM (Indonesia Society Regenerative Medicine), Dr Dr dr Jonny, SpPD-KGH, MKes, MM, DCN, DABRM, FISN mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu konferensi seminar simposium yang sifatnya internasional bidang pengobatan regeneratif.
"Dihadiri ahli regenerative medicine kurang lebih 24 pembicara termasuk Amerika Serikat, Kanada, Swedia, Jepang, Tiongkok, Malaysia. Topik yang dibahas terkait stem cell," kata dia dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Beberapa topik yang akan dibahas dalam seminar tersebut meliputi perkembangan terapi regeneratif, mulai dari potensi dan penerapannya dalam dunia medis, terapi generasi terbaru, pemanfaatan sel punca dan rekayasa jaringan untuk berbagai penyakit, hingga upaya pemulihan fungsi organ, bedah regeneratif, terapi sel rekayasa, dan pengembangan terapi yang lebih tepat bagi setiap pasien.
"Contohnya sampai saat ini belum ada obat ginjal untuk menghindari cuci darah, sehingga dikembangkan alternatif terapi baru menggunakan sel (sel punca). Melalui acara ini harapannya dapat membuka mata dunia, bahwa Indonesia tidak ketinggalan terkait teknologi stem cell," ungkap Jonny.
Dia menjelaskan dengan kegiatan kongres yang menghadirkan para peneliti sel top dunia di bidang regenerative medicine tersebut diharapkan Indonesia dapat semakin lebih maju dan berkembang dalam teknologi kesehatan.
"Kita ingin menunjukkan Indonesia mampu, dan di Indonesia sudah ada laboratorium, ada pelayanan yang berstandar GMP, ada rumah sakit pelayanan stem cell, bisa produksi sendiri. Indonesia bisa memberikan layanan stem cell, jadi kita bukan negara tertinggal. Para ahli di Indonesia juga mumpuni," papar Jonny.

4 hours ago
20

















































