Intip 3 Aplikasi Buatan Peserta Apple Developer Institute

2 hours ago 13

PERUSAHAAN teknologi Apple baru saja membuka lima Apple Developer Institute di Indonesia sebagai kelanjutan dari program Apple Developer Academy yang kini difokuskan pada pengembangan AI dan machine learning, game, entrepreneurship, serta development operation, termasuk jalur khusus Institute for Professionals.

Program ini terbuka tanpa batasan usia dan ditujukan sebagai jembatan bagi developer, wirausahawan, hingga pelajar yang telah memiliki dasar untuk mengembangkan kemampuan mereka lebih lanjut. Lulusan Apple Developer Academy juga dapat kembali mengikuti program ini untuk mematangkan produk dan inovasi yang sebelumnya telah dikembangkan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita turut meninjau langsung kegiatan peserta saat peresmian. Agus sempat berkeliling dan berbincang dengan para peserta. Ia mengaku terkesan dengan kualitas para peserta program tersebut. 

Menurut Agus, kesinambungan antara Academy dan Institute menjadi salah satu kekuatan utama program Apple. “Salah satu kekuatan Apple yang kalau kita perhatikan ada semacam continuity dari mereka-mereka yang pernah jadi pelajar di Academy, dan sebagian kemudian melanjutkan di Institute yang lebih spesifik lagi, yang lebih kepada pengembangan program yang bisa diarahkan kepada market,” katanya usai peresmian di Jakarta, Selasa, 21 April 2026. 

Agus mengatakan para alumni program harus dipandang sebagai aset yang perlu dijaga. Ia menegaskan bahwa lulusan Apple Developer Academy maupun Institute tidak boleh disia-siakan, melainkan harus terus dipelihara karena telah memiliki nilai tambah dari pendidikan yang mereka peroleh.

Sejumlah peserta kini tengah mengembangkan hingga merampungkan aplikasi atau produk mereka. Tiga di antaranya adalah DariData, Leastric, dan TypeCaster.

DariData 

Dari jalur kewirausahaan, DariData merupakan aplikasi berbasis AI yang membantu UMKM mengolah data penjualan dan inventaris menjadi insight bisnis. CEO DariData Natasha Hartanti Winata menyebut platformnya kini telah menghasilkan 150 ribu laporan setiap bulan. 

“Ke depannya kami mau fokus ke market insight,” katanya kepada Tempo. “Karena kalau bisnisnya mau berkembang enggak bisa lihat ke dalam doang nih, kita butuh tahu tren pasar apa yang terjadi sekarang.” 

Aplikasi ini memiliki tiga fitur utama, yakni analisis penjualan, prediksi stok, dan rekomendasi promosi berbasis data. Kehadirannya ditujukan untuk membantu UMKM mengambil keputusan bisnis secara lebih akurat, menggantikan pendekatan berbasis intuisi yang kerap berujung pada kelebihan stok dan promosi yang kurang efektif. Aplikasi ini telah digunakan lebih dari 13 ribu UMKM dengan 20 ribu pengguna aktif mingguan.

Leastric

Leastric merupakan startup yang menghadirkan solusi pemantauan penggunaan listrik secara real time. Didirikan oleh Marilyn Martha, aplikasi ini berangkat dari persoalan lonjakan tagihan listrik di rumahnya. Platform ini memungkinkan pengguna melacak konsumsi energi di berbagai perangkat atau gedung, menganalisis pola penggunaan, serta menghitung emisi karbonnya. 

Dengan data tersebut, pengguna dapat mengidentifikasi pemborosan—misalnya penggunaan di luar jam operasional—dan mengambil langkah efisiensi, baik di sektor perkantoran, manufaktur, maupun properti. “Tentu ada kompetitor, tapi kami memberikan dashboard yang lebih sederhana. lebih user-friendly, sesuai dengan keinginan dari pihak user,” ujarnya.

Startup ini telah memperkuat fondasinya melalui partisipasi dalam inkubator-inkubator terkemuka, seperti New Energy Nexus dan Indigo, dan pada tahun 2023 masuk ke ekosistem PLN dengan memenangkan kompetisi PLN Elevation.

TypeCaster

TypeCaster merupakan game action RPG berbasis mengetik, di mana pemain bertarung dengan cara mengetik mantra secara real time. Pemain berperan sebagai pencuri yang berkembang menjadi penyihir, dengan tantangan tambahan: salah ketik akan membuat karakter terkena stun dan tidak bisa menghapus input.

"Yang membedakan dengan game di genre serupa itu kalau yang lain misalnya menyerang cuma klik tombol tertentu, di sini kita harus menggunakan seluruh jari kita untuk mengetik mantra untuk menyerang musuh. Jadi kita ngeluarin spell gitu,” kata Vincent, Programmer TypeCaster. 

Game ini dikembangkan dari prototipe saat tim masih di Apple Developer Academy, lalu disempurnakan di Institute, mulai dari alur cerita hingga aspek visual dan playtest. TypeCaster dijadwalkan rilis di App Store pada akhir 2026. 

“Kami ingin mengembangkan banyak lagi game yang lain. Tapi target dekatnya merilis TypeCaster dengan publisher, ditunggu tanggal mainnya,” tutur Vincent. “Selain itu kami juga mau kembangin lagi game-game yang mekaniknya unik yang bisa menjadi contoh baik untuk industri game di Indonesia."

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |