ARSENAL memasuki fase penentuan musim dengan posisi kuat di puncak klasemen Liga Inggris. Kemenangan 3-0 atas Fulham di Emirates Stadium pada pada Sabtu, 2 Mei 2026, membuat tim asuhan Mikel Arteta unggul enam poin. Namun, keunggulan itu tetap berada dalam tekanan karena Manchester City masih memiliki dua pertandingan lebih banyak untuk dimainkan.
Dalam konteks tersebut, performa Bukayo Saka menjadi salah satu faktor paling menentukan. Pada laga melawan Fulham, Saka tampil sebagai starter untuk pertama kalinya sejak final Carabao Cup pada Maret setelah mengalami cedera lutut. Ia langsung memberikan dampak signifikan dengan mencetak satu gol dan satu assist dalam 45 menit pertama.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Arteta menilai performa tersebut sebagai indikasi bahwa Saka telah kembali ke kondisi terbaiknya pada momen yang tepat. “Hari ini dia terlihat lepas dan santai. Kami mendapatkan kembali Bukayo yang kami kenal. Dia membuat dua aksi yang menentukan pertandingan dan kami tahu apa yang bisa dia lakukan,” ucap pelatih asal Spanyol tersebut, dikutip dari laman resmi klub Arsenal.
Arteta juga menekankan aspek kondisi fisik dan mental pemainnya. “Dia kembali di periode paling penting musim ini. Sekarang dia segar, pikirannya segar, dan rasa laparnya berada di level tertinggi. Dia membutuhkan performa seperti itu untuk memberi dampak bagi tim,” kata dia.
Data performa memperlihatkan kontribusi Saka secara kuantitatif. Berdasarkan ESPN Global Soccer Research, Arsenal mencatat angka expected goals (xG) yang lebih tinggi ketika Saka bermain dibanding saat ia absen. Selain itu, tim juga menghasilkan lebih banyak umpan progresif, dribel sukses, dan hampir tiga peluang tambahan per pertandingan.
Dari sisi hasil, perbedaan juga terlihat jelas. Persentase kemenangan Arsenal meningkat dari 50 persen menjadi 74 persen ketika Saka menjadi pemain inti. Angka ini menunjukkan keterkaitan langsung antara kehadiran Saka dan efektivitas tim dalam meraih hasil.
Pada laga melawan Fulham, Arsenal juga mencatat indikator performa menyerang yang tinggi di babak pertama. Mereka menghasilkan non-penalty expected goals (xG) sebesar 2,39—salah satu yang tertinggi di Liga Inggris musim ini untuk satu babak. Akurasi umpan ke sepertiga akhir mencapai 87 persen, sementara akurasi umpan panjang sebesar 70 persen.
Kontribusi Saka terlihat sejak awal pertandingan. Ia memberikan assist untuk gol pembuka Viktor Gyokeres pada menit kesembilan, sebelum mencetak gol kedua Arsenal pada menit ke-40. Kedua momen tersebut menjadi pembeda dalam jalannya pertandingan, terutama dalam memastikan keunggulan sejak babak pertama.
Bek Arsenal Riccardo Calafiori menyebut kemenangan tersebut sebagai sinyal dalam persaingan gelar. “Itu pesan yang jelas. Ketika kami bermain dengan baik, tidak banyak tim yang bisa mengalahkan kami,” ujar Calafiori, dikutip dari Skysports.
Meski demikian, ia menegaskan pentingnya menjaga fokus di tengah jadwal padat. “Kami harus melangkah satu per satu. Ini bagian paling penting musim ini dan kami harus siap.”
Selain persaingan di liga, Arsenal juga menghadapi leg kedua semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid setelah hasil imbang 1-1 pada pertemuan pertama. Arteta menilai kemenangan atas Fulham memberikan dorongan penting menjelang laga tersebut. “Kami ingin menggunakan momentum, energi, dan keyakinan ini menuju pertandingan berikutnya,” kata Arteta. “Ini akan menjadi salah satu pertandingan terbesar di stadion ini.”

















































