SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 175 siswa SMAN 6 Surakarta mengalami gejala keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (21/8/2026). Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kota Surakarta mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara (suspend) operasional dapur penyedia makanan.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengonfirmasi bahwa sanksi penangguhan telah dijatuhkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi hidangan tersebut sembari menunggu hasil uji laboratorium keluar.
“Dapur penyedia sudah di-suspend dan diberi sanksi. Sesuai arahan Kepala BGN, jika tidak menjalankan SOP maka operasional ditutup dan pengiriman dialihkan dari SPPG yang lain,” ujar Respati saat berada di Taman Balekambang, Selasa (01/09/2026) kemarin.
Sementara itu, Kepala SMA N 6 Surakarta Santosa, menjelaskan ada 175 siswa SMA N 6 Surakarta mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (21/08/2026) lalu.
Kemudian hingga kini Rabu (02/09/2026) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok MBG sekolah ini pun telah berhenti mengirim makanan.
“Saya meminta mendata laporan sakitnya mual, muntah diare diberi tanda. Dari situ didapat 175 siswa yang mengalami gejala sakit perut, mual, muntah, bahkan sampai diare,” ungkap Kepala SMA N 6 Surakarta Santosa.
Santosa menceritakan bahwa mulanya pihak sekolah belum menyadari adanya kasus keracunan massal.
Kemudian baru saat Senin (24/8/2026) banyak siswa tidak masuk dengan keluhan sakit serupa pihaknya mulai menyadari adanya kasus ini.
“Jumat (21/8/2026) sampai sore malam hari tidak ada laporan apa-apa. Ada satu anak yang mengeluh ke guru sakit perut. Karena yang lapor hanya satu belum bisa menyimpulkan apa-apa. Mungkin dianggap sakit biasa. Jeda dua hari Senin (24/8/2026) di sistem kami mendeteksi banyak sekali anak yang tidak masuk sekolah sejumlah 131 ijin karena sakit,” terangnya.
Begitu mengetahui ratusan siswa mengeluhkan sakit perut dan diare, ia langsung menaruh kecurigaan pada MBG. Beberapa siswa dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
“Kami terus menaruh kecurigaan apakah ini karena makanan hari Jumat kemarin. Hari Sabtu ada kegiatan banyak yang ijin. Beberapa dibawa ke klinik puskesmas meskipun tidak ada yang opname,” jelasnya.
Pihak SPPG kemudian sempat mendatangi sekolah untuk menyampaikan permintaan maafnya. Mereka pun mengungkapkan akan mengevaluasi hal ini.
“Pagi hari kami konfirmasi ke Ketua SPPG dan sudah datang ke sini. Beliau juga minta maaf dan akan melakukan evaluasi. Dan akan melakukan pemeriksaan sampel makanan ke lab,” tuturnya.
Sejumlah petugas dari Satgas MBG Kota Surakarta juga telah datang. Mereka telah melakukan sejumlah pemeriksaan ke beberapa korban.
“Hari Rabu sudah datang Satgas ke sekolah. Kita adakan dialog wawancara ke siswa yang mengalami sakit perut,” jelasnya. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.


















































