Unika Atma Jaya Raih Pengakuan Internasional di WURI 2026

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya di Jakarta berkomitmen memperkuat ekosistem riset dan inovasi setelah meraih pengakuan internasional dalam World University Rankings for Innovation (WURI) 2026 dengan masuk dalam top global 500. Pengumuman ini disampaikan di National Chi Nan University (NCNU), Taiwan, pada 7 Mei 2026.

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama, dan Alumni, Yanti, menegaskan bahwa pengakuan ini mendorong universitas untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan, kolaboratif, dan berdampak. Unika Atma Jaya juga berhasil masuk top 100 dunia dalam kategori Representative Research Project (C1) dan Financial Impact-Driven Technology Transfer (C8).

WURI adalah pemeringkatan global yang menilai peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan industri melalui inovasi dalam pendidikan, penelitian, teknologi, kewirausahaan, dan keterlibatan sosial.

Pengembangan Riset dan Inovasi

Menurut Yanti, capaian ini menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi Indonesia mampu menjadi solusi bagi tantangan global. “Bagi Unika Atma Jaya, penelitian tidak berhenti pada jurnal dan publikasi, tetapi harus bisa memberikan dampak sosial dan melahirkan inovasi berkelanjutan,” ujarnya.

Kategori C1 berfokus pada penelitian jangka panjang dengan dampak pada pembangunan berkelanjutan. Unika Atma Jaya mengangkat riset pengembangan tempe campuran dari biji bunga matahari, kedelai, biji labu, dan kacang azuki untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia. Produk ini dikembangkan untuk mendukung kesehatan kognitif tanpa mengurangi manfaat nutrisinya.

Sementara itu, kategori C8 menekankan komersialisasi riset secara etis dan bertanggung jawab sesuai prinsip environmental, social, and governance (ESG). Unika Atma Jaya mengangkat inovasi produk biopreservatif dan bahan tambahan pakan berbasis bakteriofag untuk industri pangan dan akuakultur, yang tidak hanya berorientasi ekonomi tapi juga memberikan dampak sosial.

Riset ini telah menghasilkan publikasi ilmiah internasional dan paten, termasuk Paten Sederhana Indonesia untuk tempe multibiji.

Yanti berharap pengakuan internasional ini dapat mendorong lebih banyak kolaborasi lintas sektor, baik dengan industri, pemerintah, maupun mitra global. “Ini bukan puncak, melainkan titik tolak untuk terus berinovasi demi Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan berkelanjutan,” katanya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |