Angkasa Pura Raih Pendapatan Rp 10 T di Semester I 2026

4 hours ago 22

PT ANGKASA Pura Indonesia atau InJourney Airports mencatatkan pendapatan Rp 10,23 triliun pada semester I 2026. Pendapatan tersebut naik 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya ditopang peningkatan bisnis non-aeronautika,” kata Direktur Utama InJourney Airpots Mohammad Rizal Pahlevi, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pahlevi menyatakan Danantara terus mendorong InJourney Airports untuk bertransformasi dan membangun portofolio bisnis yang tangguh di lini bisnis aeronautika dan non-aeronautika. Tujuannya untuk menciptakan nilai berkelanjutan di industri aviasi nasional sekaligus mendatangkan manfaat bagi masyarakat.

Pendorong utama tumbuhnya pendapatan InJourney Airports merupakan dampak dari keberhasilan dalam melakukan penataan di bandara-bandara utama. Termasuk di antaranya penguatan konsep tenant mixing di area komersial bandara dalam memadukan berbagai tenant yang ada untuk menghadirkan shopping experience terbaik.

Ihwal tantangan dalam bisnis aeronautika, lanjut Pahlevi, Angkasa Pura beserta regulator dan para pemangku kepentingan bersinergi untuk meningkatkan pembukaan rute penerbangan internasional. "Ini sekaligus mendukung peningkatan industri pariwisata sesuai dengan visi dan misi dari Injourney Group," kata Pahlevi.

Salah satu upaya yang dijalankan adalah mendukung Kementerian Perhubungan dalam pertemuan ASEAN-China Working Group on Regional Air Service Arrangements di Yogyakarta pada 7-9 Juli 2026. Kemudian Routes Asia di Xi’an pada 14-16 April 2026, untuk menarik minat maskapai asing, terutama dari negara-negara Asia, khususnya pasar Cina dan ASEAN, dalam menambah rute penerbangan ke Indonesia.

Lebih lanjut, Pahlevi menyebutkan salah satu transformasi yang dijalankan ialah penguatan bisnis non-aeronautika melalui pengembangan area komersial dan alat produksi di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak tahun lalu.

Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dilakukan penataan area komersial untuk menghadirkan pengalaman berbelanja terbaik bagi pengguna jasa bandara. Sementara itu, Terminal 1C hadir dengan konsep shopping arcade yang terbuka bagi penumpang maupun masyarakat umum. Konsep itu didukung sistem pemeriksaan keamanan secara desentralisasi, sehingga area komersial dapat diakses sebelum memasuki area terbatas di gerbang keberangkatan.

Kemudian, area komersial di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan konsep single flow serta penyediaan gerai dengan merek-merek ternama global, baik Duty Free Shop, FnB dan Lounges.

Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah memperbaiki akses bandara, serta mempercepat proses keberangkatan di antaranya dengan menyediakan lebih banyak fasilitas pemeriksaan keamanan di security check point. "Pembaharuan ini memberikan waktu lebih bagi penumpang pesawat untuk mendapatkan pengalaman terbaik selama di dalam bandara I Gusti Ngurah Rai," jelasnya.

Adapun Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak November 2025 telah membuka terminal baru yang dilengkapi area komersial modern. Beroperasinya terminal baru ini menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin memiliki kapasitas 15,5 juta penumpang per tahun atau naik signifikan dari sebelumnya sekitar 7 juta penumpang per tahun.

“Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38 persen dari total pendapatan usaha, meningkat dari 30 persen sebelum transformasi dijalankan saat masih di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II," kata Pahlevi.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |