Awal Mula Pasar Santa Jadi Ruang Kreatif Anak Muda

5 hours ago 7

LANTAI satu Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ramai oleh pengunjung pada Jumat, 5 Juni 2026. Orang-orang memenuhi meja dan kursi di area tengah, pusat kuliner di pasar di pasar itu. Pengunjung juga banyak berjalan di lorong-lorong kios sambil melihat barang-barang unik yang dijajakan di sana. Sebagian besar dari mereka adalah anak muda, ada juga turis mancanegara. 

Pasar Santa yang kini dikenal sebagai ruang kreatif anak muda, pusat kopi independen, toko piringan hitam, hingga berbagai usaha kreatif itu pernah menjadi area yang nyaris mati. Sebelum ramai seperti sekarang, lantai tersebut kosong melompong. Kios-kios tidak terawat, bahkan lantainya berkerak. Aktivitas hanya terlihat di lantai basement, tempat kios sayur dan kebutuhan pokok yang biasanya sepi setelah siang hari. Di lantai itu juga terdapat kios Dunia Kopi yang selalu ramai pembeli. Adapun lantai dasarnya hidup karena penjahit dan toko bahan bangunan. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Keramaian di pasar itu mulai terasa sejak 2014, ketika toko vinyl dan kafe menyewa kios di sana. Salah satu orang yang memulai keramaian itu adalah Samson, pemilik toko piringan hitam Laidback Blues Store. 

Menurut Samson, perubahan itu bermula dari kebutuhannya akan tempat untuk menyimpan koleksi dan bertemu sesama kolektor piringan hitam. Saat itu ia masih berjualan piringan hitam secara online atau di komunitas. Ia sering melakukan transaksi langsung dengan pembeli di berbagai wilayah Jakarta. Aktivitas tersebut lama-kelamaan terasa melelahkan. Ia membutuhkan satu tempat tetap yang bisa dijadikan gudang sekaligus titik temu bagi para kolektor.

"Waktu itu saya (sewa) buat warehouse dan tikum (titik kumpul) aja. Jadi kalau mau ngambil, kalo mau lihat barang, kita bisa janjian di tengah-tengah," kata Samson kepada Tempo saat ditemui di tokonya. 

Pilihan kemudian jatuh pada Pasar Santa. Seorang teman yang juga kolektor musik menyarankan agar ia melihat kios-kios kosong di lantai atas pasar tersebut. Saat pertama kali datang, Samson mengatakan suasananya sangat sepi. Namun harga sewanya murah dan lokasinya strategis di kawasan Jakarta Selatan.

Kala itu, hanya ada tiga tenant yang menempati lantai tersebut. Selain Laidback milik Samson, ada toko vinyl lain Substore, juga ABCD Coffee. Bahkan sebagian besar tenant hanya buka pada akhir pekan. Samson sendiri baru membuka tokonya selepas pulang kantor, sekitar pukul empat sore hingga malam hari.

Tapi kios itu ternyata tidak hanya jadi gudang, tapi juga tempat nongkrong. Teman-teman Samson yang sama-sama bekerja mulai datang selepas jam kantor. Mereka berkumpul, mendengarkan musik, berbincang, minum kopi, hingga membeli piringan hitam.

"Jadi biasanya temen-temen pulang kantor, makan sate Ajo Ramon, nongkrongnya di sini sambil dengerin lagu, transaksi juga beli piringan hitam. Awal mulanya kayak gitu," ujarnya.

Komunitas pecinta musik dan vinyl menjadi kelompok pertama yang rutin menghidupkan lantai tiga Pasar Santa. Kehadiran mereka kemudian menarik perhatian teman-teman lain yang bergerak di bidang kreatif. Ada yang membuka toko barang antik, fashion, kedai kopi, hingga berbagai usaha independen lainnya.

"Temen-temen dateng melihat, lalu ikut buka juga. Ada yang jualan barang antik, fashion, ada juga yang buka coffee shop lagi, segala macam," kata Samson.

Popularitas Pasar Santa semakin berkembang ketika komunitas mulai rutin menggelar berbagai acara musik yang menampilkan band-band independen, DJ, dan pemutaran musik. "Jadinya jalurnya indie banget tuh waktu itu. Kami bikin acara-acara musik, semuanya dari kita," kata Samson.

Menurutnya, keramaian Pasar Santa pada masa awal hampir sepenuhnya lahir dari gerakan komunitas. Bahkan pengelola pasar saat itu disebut ikut terkejut melihat perubahan yang terjadi.

Sebelum komunitas pringan hitam meramaikan, Pasar Santa sudah ramai dikunjungi para pecinta kopi. Di pasar ini terdapat Dunia Kopi yang ada bahkan sebelum pasar itu dibangun oleh Pasar Jaya pada 2007. Dunia Kopi menawarkan berbagai jenis kopi dari Indonesia, dari Aceh, Lampung, Jawa, Bali, Sulawesi, hingga Papua. Selain belanja kopi, banyak pengunjung datang sekadar mencicipi kopi khas dari berbagai daerah yang disediakan gratis oleh Suradi, pemilik lebih dari 40 kios kopi di sana. 

Ditemui di tokonya pekan lalu, Suradi mengatakan bahwa masyarakat kini makin suka kopi. Pelanggannya bukan hanya perorangan, banyak juga para pemilik kafe, perusahaan, atau wisatawan asing yang membeli untuk oleh-oleh. "Sehari minimal satu ton," kata Suradi yang memiliki beberapa mesin roaster di Pasar Santa dan Bekasi. 

Ia mengatakan bahwa lokasi Pasar Santa yang strategis berada di selatan Jakarta, dengan harga sewa yang lebih murah dan parkiran luas, membuat Dunia Kopi cepat berkembang. 

Kapala Pasar Santa Shifa Ramadhania mengatakan, meski kini berkembang sebagai tempat komunitas kreatif, Pasar Santa tetap mempertahankan fungsi utamanya sebagai pasar tradisional. Area pasar basah ditempatkan di lantai basement, sementara kebutuhan kering seperti perabot dan jasa penjahit berada di lantai dasar. Adapun lantai satu berkembang menjadi pusat kuliner sekaligus ruang bagi berbagai komunitas kreatif. 

"Segmennya tetap sama, cuma awalnya mungkin ibu-ibu yang belanja sekarang menjadi lebih luas ke anak muda. Jadi anak muda nggak gengsi untuk ke pasar," kata Shifa yang ditemui Rabu, 3 Juni 2026. 

Aktivitas komunitas juga menjadi salah satu daya tarik Pasar Santa. Salah satu yang rutin diselenggarakan adalah Santa Fest yang biasanya berlangsung menjelang akhir tahun. 

Pasar ini juga sempat sepi saat pandemi. Toko banyak yang tutup, pengunjung jauh berkurang. Tapi, kini kios-kios kembali terisi. Beberapa toko di lantai 1 terlihat ditutup dengan peringatan tagihan sewa. 

Pasar Santa biasanya ramai di kunjungi pada akhir pekan, meski tak seramai sebelum pandemi. Jika pada hari kerja pengunjung didominasi pekerja kantoran yang datang untuk makan siang, pada Jumat hingga Minggu menjadi waktu favorit bagi mereka yang ingin berburu barang unik, menjelajahi toko-toko kreatif, atau sekadar nongkrong bersama teman. 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |