Bedah Karya Novel, Antologi Cerpen dan Puisi di Nongkrong.co, Solo

10 hours ago 8
Suasana hangat diskusi sastra mewarnai Silaturahmi Pegiat Sastra Surakarta yang digelar di Solo, Sabtu (20/6/2026) malam. Acara tersebut menghadirkan peluncuran novel dan pembahasan sejumlah karya sastra dari penulis lokal | Hamdani MW

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komunitas pegiat sastra Surakarta menggelar acara silaturahmi di Nongkrong.co, Solo, Sabtu (20/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai itu menjadi ajang pertemuan sastrawan, penulis, pembaca, dan pegiat literasi untuk mempererat persaudaraan melalui karya sastra.
Selain menjadi ruang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan peluncuran novel serta diskusi sejumlah karya sastra terbaru karya penulis lokal. Panitia mengusung semangat bahwa sastra dapat menjadi media yang menyatukan berbagai kalangan sekaligus menghidupkan tradisi berdialog melalui literasi.

Para pegiat sastra, penulis, dan pembaca berdiskusi dalam acara Silaturahmi Pegiat Sastra Surakarta di Solo, Sabtu (20/6/2026) | Hamdani MW

Agenda pertama adalah peluncuran novel Kaok Burung Gagak di Kahayan karya Han Gagas. Selanjutnya, peserta mengikuti diskusi buku puisi Memoaribilia karya Egi Raf yang dibahas oleh Sosiawan Leak, serta diskusi buku kumpulan cerpen Sarekat Bajing Kelon karya Gunawan Tri Atmodjo yang dibedah oleh Beri Hanna.
Sementara itu, novel Seperti Lidah Api yang Menjilati Bulan di Langit karya Y. Agusta Akhir turut menjadi salah satu karya yang mendapat perhatian dalam forum tersebut. Novel peraih penghargaan Prasidatama 2022 itu dibedah oleh Yuditeha yang menilai karya tersebut sarat dengan pesan kemanusiaan, nilai sosial budaya, serta nuansa religius.
Menurut Yuditeha, terdapat dua tokoh utama yang menjadi pusat cerita, yakni Syalala dan Khadafi. Syalala dikisahkan sebagai seorang pelacur yang sedang berproses menjadi manusia yang lebih baik. Sementara Khadafi digambarkan sebagai sosok yang menjalani berbagai bentuk kejahatan, namun memiliki satu prinsip yang tidak pernah dilanggarnya, yakni tidak membunuh.
Meski berasal dari latar kehidupan yang kelam, kedua tokoh tersebut memiliki mimpi yang sama, yaitu ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam perjalanan hidupnya, mereka kemudian bertemu seekor anjing yang dapat berbicara layaknya manusia. Uniknya, setiap ucapan yang keluar dari mulut anjing tersebut selalu berisi petuah dan kebajikan hidup.

Suasana diskusi dan bedah novel dalam rangka Silaturahmi Pegiat Sastra Surakarta di Solo, Sabtu (20/6/2026) malam | Hamdani MW

“Sekalipun tokohnya seorang pelacur dan penjahat, tapi menurut saya, ini sejatinya novel religi. Ada semacam pertobatan di dalamnya,” ujar Yuditeha saat menyampaikan ulasannya.
Dalam kesempatan yang sama, Han Gagas mengungkapkan bahwa kekuatan novel tersebut tidak bisa dilepaskan dari latar belakang kehidupan sang penulis. Menurutnya, Y. Agusta Akhir memiliki pengalaman hidup sebagai seorang pengamen yang kemudian berpadu dengan keluasan wawasan keagamaan yang dimilikinya.
Ia menuturkan, Y. Agusta Akhir memiliki khasanah pengetahuan Islam yang sangat luas. Di sisi lain, ia juga memahami ajaran Kristiani karena berasal dari keluarga dengan latar belakang heterogen. Pengalaman hidup dan lingkungan yang beragam tersebut, menurut Han Gagas, turut mewarnai cara penulis membangun cerita dan karakter dalam novelnya.
“Keseharian dia saya pikir bocor ke dalam novel ini, sehingga sungguh mewarnai novel ini menjadi lebih hidup,” kata Han Gagas.
Panitia juga menyediakan fasilitas menginap gratis bagi peserta yang datang dari luar Kota Surakarta. Melalui kegiatan tersebut, Pegiat Sastra Surakarta berharap dapat memperkuat jejaring komunitas literasi sekaligus menumbuhkan iklim diskusi sastra yang sehat dan produktif.
Sejalan dengan tema yang diusung, panitia mengajak masyarakat untuk datang, berdiskusi, dan bersilaturahmi demi merawat semangat bahwa sastra menyatukan dan kata-kata mampu menghidupkan persaudaraan. [Hamdani MW]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |