Campuspreneur Gandeng IPB University, Mendag Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha Ekspor

4 hours ago 8

INFO TEMPO - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso atau Mendag Busan mengajak mahasiswa dan sivitas akademika untuk menjadi pelaku usaha sekaligus eksportir muda melalui Program Campuspreneur yang diinisiasi Kementerian Perdagangan. Menurutnya, peluang ekspor Indonesia masih terbuka luas di tengah berbagai tantangan ekonomi global, sehingga generasi muda memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan usaha berorientasi ekspor.

Ajakan tersebut disampaikan Mendag Busan dalam kegiatan “Campuspreneur 2026: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor” yang digelar di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi, serta Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Budi menegaskan bahwa Program Campuspreneur dirancang untuk mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan dan ekspor.

“Kami ingin mahasiswa setelah lulus tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pengusaha dan eksportir. Program Campuspreneur bersinergi dengan perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan, pendampingan, hingga business matching sehingga produk potensial dari kampus dapat mengisi pasar dalam negeri maupun menembus pasar ekspor,” ujar Budi.

Sebagai bagian dari program tersebut, peserta terpilih akan mendapatkan kesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Kemendag juga menyiapkan ruang promosi khusus serta fasilitasi pitching dan business matching agar produk inovatif mahasiswa dapat bertemu langsung dengan ribuan calon pembeli dari berbagai negara.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga memaparkan capaian program fasilitasi ekspor yang dijalankan Kemendag. Sepanjang 2025, Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) berhasil mencatat transaksi ekspor sebesar USD 134,87 juta atau lebih dari Rp2 triliun. Sementara pada periode Januari–Mei 2026, nilai transaksi telah mencapai USD 193,88 juta.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha pemula, termasuk mahasiswa dan startup kampus, memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

Selain menyediakan berbagai program pengembangan ekspor, Kemendag juga membuka akses pasar melalui 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara. Pemerintah turut mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan guna memperluas akses produk Indonesia ke pasar global.

Di dalam negeri, Kemendag menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI), HIPPINDO, APRINDO, serta platform digital Shopee untuk memperluas pemasaran produk UMKM.

Sementara itu, Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menyambut positif pelaksanaan Program Campuspreneur. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi IPB sebagai Technosocial Entrepreneur University yang berfokus mencetak lulusan berjiwa wirausaha.

“Kami ingin menghasilkan sumber daya manusia unggul yang berorientasi pada kewirausahaan. Program Campuspreneur sangat sinergis dengan visi tersebut dan akan kami integrasikan dengan kurikulum agar dapat mendukung proses pembelajaran mahasiswa,” ujarnya.

Antusiasme terhadap program ini juga datang dari kalangan mahasiswa. Salah satunya, mahasiswa Sekolah Bisnis IPB University, Febridha Putri Jusson, yang menilai Campuspreneur menjadi langkah awal yang penting untuk memahami dunia usaha dan ekspor.

“Saya berharap program ini terus berlanjut karena dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar lebih jauh tentang dunia usaha, termasuk tata cara menjadi eksportir,” katanya.

Program Campuspreneur sendiri telah diluncurkan secara serentak pada 2 April 2026 dan diikuti oleh 19 perguruan tinggi di Indonesia. Program ini menghubungkan mahasiswa dengan berbagai fasilitas pengembangan ekspor, mulai dari pelatihan, kurasi produk, business matching, hingga partisipasi dalam pameran internasional.

Lepas Ekspor Pinang ke Bangladesh dan Maladewa

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Mendag Budi Santoso juga melepas ekspor produk pinang milik PT Export Tani Nusantara ke Bangladesh dan Maladewa dengan nilai mencapai Rp2,2 miliar. Perusahaan tersebut dikelola oleh mahasiswa IPB University yang berhasil mengembangkan usaha berbasis komoditas pertanian hingga menembus pasar internasional.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor tersebut tidak lepas dari fasilitasi promosi dagang dan business matching yang dilakukan Kemendag sejak tahun lalu. Selain Bangladesh dan Maladewa, perusahaan tersebut juga memperoleh peluang transaksi baru saat mengikuti pameran dagang di Tiongkok.

“Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejak PT Export Tani Nusantara dalam mengembangkan usaha hingga mampu menembus pasar ekspor,” kata Budi.

CEO PT Export Tani Nusantara, Al Fiqie, mengungkapkan bahwa dukungan dari Kemendag dan IPB University berperan besar dalam pengembangan bisnisnya. Salah satu dukungan tersebut adalah fasilitasi keikutsertaan dalam pameran dagang di Shanghai, Tiongkok, yang menghasilkan sejumlah calon pembeli potensial.

Melalui pameran tersebut, perusahaan berhasil menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan nilai transaksi mencapai Rp33 miliar untuk berbagai komoditas unggulan seperti kopi arabika, vanili, kakao, dan pinang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemendag dan IPB yang selalu mendukung melalui pelatihan, pendampingan, serta akses pasar melalui business matching,” ujar Fiqie.

Keberhasilan PT Export Tani Nusantara menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha muda mampu melahirkan eksportir baru yang berdaya saing global serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional.(*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |