WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perjalanan SSB New Persik Wonogiri U-13 di Liga SCSR 2025/2026 layak disebut sebagai salah satu kisah comeback menarik musim ini. Sempat berada di posisi tiga terbawah setelah enam pertandingan awal, tim muda asal Wonogiri itu mampu bangkit dan menutup kompetisi di peringkat 4 klasemen akhir.
Tak hanya menembus empat besar, New Persik juga membawa pulang predikat Tim Fair Play Liga SCSR U-13 2025/2026.
Liga SCSR musim 2025/2026 diikuti 16 SSB terbaik se-Karesidenan Surakarta. New Persik turun dengan kekuatan 30 pemain dan harus menjalani total 16 pertandingan.
Awal kompetisi justru jauh dari harapan. Dalam enam laga pertama, tim besutan Coach Bassio dan Coach Adiles belum mampu menunjukkan performa terbaik hingga harus terdampar di posisi tiga terbawah dari 16 peserta.
Kondisi tersebut menjadi ujian bagi tim pelatih dan para pemain. Salah satu persoalannya adalah proses adaptasi karena sebagian pemain baru beralih dari lapangan kecil ke lapangan berukuran besar.
“Kami akui itu masa transisi. Anak-anak baru naik dari lapangan kecil ke lapangan besar. Butuh adaptasi fisik, mental, dan strategi,” ujar Coach Adiles, Minggu (7/9/2026).
Alih-alih menyerah, New Persik justru melakukan pembenahan. Tim pelatih memberikan motivasi sekaligus menerapkan sejumlah strategi baru untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Hasilnya mulai terlihat pada paruh kedua kompetisi.
Dalam 10 pertandingan terakhir, New Persik mampu bangkit dan meraih hasil yang lebih maksimal. Permainan tim semakin konsisten hingga perlahan mengerek posisi mereka di klasemen.
Momentum itu mencapai puncaknya pada laga terakhir di Stadion Mini Surakarta. New Persik berhasil mengalahkan R2 Solo dengan skor 2-0 dan menutup kompetisi dengan tambahan tiga poin.
Rangkaian hasil positif pada paruh kedua akhirnya membawa New Persik melonjak hingga posisi keempat klasemen akhir. Pencapaian tersebut menjadi kontras dengan posisi mereka pada awal musim.
Bagi tim pelatih, keberhasilan tersebut menjadi hasil penting dari proses pembinaan pemain muda.
“Ini merupakan awal liga anak-anak kami. Alhamdulillah di akhir liga kita menduduki posisi ke 4 dan meraih tim fair play di liga ini,” kata Coach Adiles.
Predikat Fair Play juga menjadi catatan tersendiri. Di tengah persaingan 16 SSB, New Persik tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga mampu meraih penghargaan atas sportivitas selama kompetisi.
Dari sisi pembinaan, perjalanan New Persik menunjukkan bahwa posisi klasemen pada awal kompetisi bukan gambaran akhir sebuah tim. Adaptasi, evaluasi dan konsistensi membuat tim yang sempat berada di tiga terbawah mampu mengakhiri musim dengan berada di empat besar.
Dengan 30 pemain yang terus mendapatkan pengalaman bertanding, New Persik Wonogiri U-13 kini memiliki modal berharga untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Bagi sepak bola Wonogiri, capaian tersebut juga menjadi tambahan harapan terhadap regenerasi pemain. Bukan hanya soal mengejar kemenangan, tetapi membentuk pemain muda yang memiliki kemampuan bermain sekaligus menjunjung sportivitas.
Dari tiga terbawah ke empat besar dalam satu musim, ditambah predikat Fair Play. New Persik U-13 menunjukkan bahwa proses panjang di level pembinaan bisa menghasilkan perubahan besar ketika pemain dan tim pelatih mampu melewati fase sulit bersama-sama. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.


















































