RATUSAN diaspora Indonesia menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris sejak pagi hari, Selasa, 26 Mei 2026, dalam kunjungan kenegaraan Prabowo ketiga ke Prancis dalam lima bulan terakhir.
Ruth, perempuan asal Blitar yang telah menetap selama 23 tahun di Prancis, mengungkapkan antusiasnya saat bertemu Presiden Prabowo.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Saya sangat terima kasih sekali kepada beliau, Bapak Prabowo sudah menyempatkan untuk bertemu dengan warga Indonesia di sini,” kata Ruth yang dikutip dalam keterangan tertulis Sekretariat Presiden, 27 Mei 2026.
“Bienvenue, Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.
Selain Ruth, ada juga sejumlah mahasiswa Indonesia di Prancis yang menyambut Prabowo.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga berbincang singkat bersama para mahasiswa. Presiden menanyakan bidang studi dan jenjang pendidikan para mahasiswa, sekaligus memberikan dorongan agar terus belajar dengan sungguh-sungguh.
“Tentunya terima kasih untuk Bapak Presiden sudah menyempatkan waktu untuk berdiskusi sama kami, meskipun kita cuma student. Itu bukan approach yang bisa kita dapat setiap hari gitu. Jadi kita merasa bangga dan tentunya senang bisa berdiskusi dengan Bapak Presiden,” ucap Evelyn.
Dengan kunjungan ini, para mahasiswa tersebut turut berharap hubungan Indonesia dan Prancis makin erat di masa mendatang. Menurut mereka, hubungan baik kedua negara telah memberi manfaat nyata bagi mahasiswa Indonesia di Prancis, sekaligus membuka ruang lebih luas untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.
“Terima kasih untuk Bapak Presiden sudah menjalin hubungan yang sangat baik dengan Prancis. Sebagai kita juga mahasiswa merasakan sekali benefit-nya di sini, dan juga semoga ke depannya bisa menyebarkan cultural things tentang Indonesia juga ke seluruh dunia,” ujar Syeril.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, Prancis, pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Kepala negara tiba setelah menempuh 16 jam penerbangan.
“Ketibaan ini menandai dimulainya rangkaian state visit (kunjungan resmi kenegaraan) Presiden Prabowo di Prancis, yang undangannya telah diagendakan sejak tahun lalu dan sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, 27 Mei 2026.
Di bandara, Prabowo disambut oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou dan pasukan jajar kehormatan. Prabowo juga disambut ratusan warga negara Indonesia yang telah menunggu sejak pagi hari di hotel tempat kepala negara menginap.
Teddy mengatakan kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo diharapkan semakin memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis. Ia menyampaikan bahwa saat ini kedua negara memiliki sejumlah kerja sama strategis di berbagai bidang.
“Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis,” katanya.
Selain itu, kata Teddy, hubungan bilateral Indonesia dan Prancis juga dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam hubungan global.
“Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara Prancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia—khususnya Asia Tenggara—menuju kawasan Eropa,” ujarnya.
Dalam keterangan tertulisnya, Seskab turut menyampaikan agenda Presiden Prabowo sebelum memulai rangkaian acara resmi kenegaraan.
“Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan salat Idul Adha dan silahturahmi dengan WNI di Wisma KBRI Paris,” kata dia.

















































