DPTPH Kaltim Dorong Petani Terapkan Budi Daya Cabai Ramah Lingkungan

2 hours ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA, – Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur aktif mendampingi petani dalam menerapkan teknik budi daya cabai ramah lingkungan. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas panen sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasaran.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, di Samarinda, Senin (21/9), menegaskan bahwa pendampingan ini krusial untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. "Pendampingan teknik budi daya ramah lingkungan ini penting untuk menjaga kesuburan tanah serta menekan ketergantungan petani kepada pupuk kimia," ujarnya.

Fokus pada Pengendalian Hama Terpadu

Program penguatan kapasitas kelompok tani hortikultura ini difokuskan pada adopsi prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) serta pemanfaatan pupuk hayati organik berkualitas. DPTPH Kaltim mengoptimalkan peran tim penyuluh lapangan untuk memberikan bimbingan intensif kepada para petani.

Bimbingan tersebut meliputi cara meracik pestisida nabati dan agen hayati guna mengendalikan serangan hama gurem serta penyakit patek. "Penggunaan agen hayati terbukti efektif menekan populasi hama tanpa merusak ekosistem lahan maupun meninggalkan residu kimia berbahaya pada buah," jelas Fahmi.

Selain menekan dampak pencemaran lingkungan, penerapan metode hortikultura hijau ini mampu memangkas biaya operasional produksi tanaman cabai secara efisien. Para petani juga diajak menanam vegetasi tanaman refugia di sekitar areal pertanaman sebagai benteng alami penarik serangga pembasmi hama.

Ketahanan Iklim dan Perluasan Pasar

Fahmi menambahkan, sistem budidaya berkelanjutan ini juga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap ancaman perubahan iklim dan fluktuasi cuaca ekstrem di daerah. Edukasi kesehatan tanaman hortikultura ini menyasar sejumlah sentra produksi cabai unggulan di Kutai Kartanegara, Paser, dan Berau.

Guna mendukung program ini, Dinas Pangan Kaltim turut memfasilitasi bantuan sarana produksi pertanian. Bantuan tersebut berupa bibit unggul, pupuk hayati, serta peralatan pengolahan tanah ramah lingkungan.

"Peningkatan mutu dan keamanan pangan produk cabai lokal menjadi kunci utama untuk menembus pasar ritel modern serta pasar ekspor nasional," tegas Fahmi. Pemerintah daerah optimistis kelancaran pasokan cabai ramah lingkungan mampu menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi daerah secara signifikan.

Sinergi bersama kelompok tani dan asosiasi hortikultura akan terus diperkuat demi memperluas cakupan pendampingan teknis program pertanian hijau secara merata. "Kami berkomitmen mendampingi petani secara konsisten agar transformasi pertanian ramah lingkungan dapat terwujud secara berkelanjutan di Kalimantan Timur," pungkas Fahmi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |