Gubernur Pramono Anung Terharu Teringat Masa Lalu di Open House Sekolah Rakyat

4 hours ago 21

INFO TEMPO - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tiba di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026. Kedatangan mereka pun disambut dengan gemaan yel-yel penuh semangat.

"Aku anak hebat Sekolah Rakyat, setiap hari rajin ibadah, maju berprestasi, semangat belajar, jadi juara. SRMA 10 Jakarta, satu hati satu jiwa!" gelegar para siswa yang berseragam PDL hijau army. Mereka pun hadir bersama para orang tua siswa memenuhi undangan acara open house.

Sambutan meriah ini membuat Gus Ipul dan Pramono tersenyum bangga. Tak berhenti dengan yel-yel saja, para siswa melanjutkan penampilannya dengan atraksi baris variasi mengenakan seragam pesiar merah marun, tarian, dan unjuk bakat lainnya, penuh percaya diri.

Sebelum memasuki aula, Pramono berdialog singkat dengan Muhammad Sesa, salah seorang siswa yang ikut dalam atraksi baris variasi. "Sebelumnya sekolah di mana?" tanya Pramono. "Saya putus sekolah, Pak," jawab Sesa.

Ketika ditanya bagaimana perasaannya, Sesa mengatakan dirinya sangat senang karena akhirnya bisa bersekolah lagi. Pramono pun tersenyum mendengar jawaban Sesa. "Wajahmu penuh harapan. Yang rajin ya sekolahnya," ujar dia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengaku terharu menyaksikan perkembangan para siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang mampu mengubah kehidupan sebuah keluarga.

"Dari tadi sebenarnya saya meneteskan air mata. Saya mengalami hal yang kurang lebih sama. Kalau dulu saya tidak mendapat bantuan pemerintah melalui beasiswa, mungkin saya juga tidak bisa bersekolah," ujar Pramono.

Wajah para siswa Sekolah Rakyat kini memperlihatkan optimisme yang besar untuk menatap masa depan. “Yang paling penting, wajah-wajah anak-anak kita sekarang adalah wajah yang penuh harapan, wajah yang tidak kehilangan semangat untuk menatap masa depan. Menurut saya itulah kekuatan Sekolah Rakyat," katanya.

Pramono juga menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mendukung penuh pengembangan Sekolah Rakyat, termasuk menjajaki penambahan kapasitas sekitar seribu siswa di Jakarta. "Dari yang sudah berjalan sekarang, kami siap memberikan dukungan sepenuhnya. Tadi saya juga berdiskusi dengan Pak Menteri untuk menambah sekitar seribu siswa lagi di Jakarta," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, panggung acara Open House juga menjadi milik para siswa. Dua siswa SRMA 10 Jakarta, yaitu Jasmia Kusuma Dewi dan Naira Intan Safitri memandu acara. Gus Ipul sempat mengetahui bahwa Naira telah kehilangan ibunya, sementara sang ayah yang bekerja sebagai tukang pijat kini tengah berjuang melawan stroke. "Tapi sekarang lihat kamu, lebih segar, lebih percaya diri," kata Gus Ipul.

Menurutnya, kisah Naira menjadi bukti bahwa negara tidak meninggalkan anak-anak dari keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan untuk memiliki masa depan yang lebih baik. "Ini adalah cara negara memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo," kata dia.

Berbagai penampilan siswa kemudian ditampilkan, mulai dari tari Gadis Bersolek Betawi, karate, pidato dalam bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin, paduan suara, hingga pembacaan puisi. Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

"Ini konsepnya, anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dengan program strategis bapak presiden. Kolaborasi dengan Pak Gubernur DKI. Nanti akan dibangun rumahnya, diperbaiki supaya lebih layak huni. Intinya, anaknya lulus, orang tuanya lebih mandiri, tidak bergantung pada bansos lagi,” ujar dia.

Lulusan Sekolah Rakyat, kata dia, nantinya memiliki dua pilihan, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil sesuai minat dan bakatnya. "Siapa tahu beberapa puluh tahun ke depan Presiden Indonesia adalah lulusan Sekolah Rakyat.”

Sekolah Rakyat saat ini telah menjangkau lebih dari 15 ribu siswa di 166 titik di seluruh Indonesia. Tahun ajaran 2026/2027 jumlah tersebut akan bertambah lebih dari 32 ribu siswa sehingga totalnya mencapai sekitar 45 ribu siswa. Khusus SRMA 10 Jakarta, penjangkauan calon siswa tahun ajaran 2026/2027 telah mencapai 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 27 siswa jenjang SD. Penjangkauan siswa SD masih terus dilakukan hingga kuota terpenuhi.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa terdapat tiga hal yang tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat. "Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, dan tidak boleh ada intoleransi. Siapa pun yang melanggar akan kami tindak tegas," katanya.

Suasana kembali syahdu ketika Kepala SRMA 10 Jakarta, Ratu Mulyanengsih, menyampaikan kesaksiannya setelah hampir satu tahun mendampingi para siswa. "Awalnya saya menangis karena melihat keterbatasan mereka. Berbicara kurang lembut, baris belum bisa, antre belum bisa. Sekarang saya menangis karena mereka berubah menjadi anak-anak yang luar biasa. Saya sangat bangga menjadi kepala sekolah mereka," katanya.

Di akhir acara, Gus Ipul dan Pramono mengajak seluruh siswa meneriakkan yel-yel khas Sekolah Rakyat. "Cerdas bersama, Tumbuh setara!", "Sayangi orang tua, hormati guru!"

Turut hadir dalam kegiatan open house Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Ali Murthadho, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Kemensos Afrizon Tanjung, Kepala SRMA 10 Jakarta Ratu Mulyanengsih, serta para guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan calon siswa Sekolah Rakyat di Jakarta. (*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |