Hal-hal yang Dibahas Prabowo dan DEN di Istana

4 hours ago 19

PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil Ketua Dewan Ekonomi Nasional atau DEN Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah anggota DEN, mulai dari Muhammad Chatib Basri, Septian Hario Seto, serta Mochammad Firman Hidayat.

Dalam pertemuan tersebut, ada sejumlah hal yang dibahas Prabowo bersama jajaran DEN. Berikut ulasannya:

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ingatkan Dampak Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Dalam persamuhan itu, Chatib Basri menuturkan jika DEN memberikan laporan khusus yang berkaitan dengan perkembangan situasi makroekonomi kepada Kepala Negara. DEN juga menyampaikan risiko depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang per Senin, 8 Juni 2026 menembus level Rp 18.201 per dolarnya. Pelemahan nilai tukar ini akan berdampak langsung pada kelas menengah bawah.

"Kami menyampaikan, bahwa salah satu isu penting yang harus diperhatikan adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan rupiah," kata Chatib setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo.

Sarankan Pemangkasan Anggaran Proyek MBG

Selain mengingatkan dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Chatib mengatakan, DEN menyarankan agar pemerintah melakukan pemangkasan anggaran pada proyek yang menelan dana besar, salah satunya makan bergizi gratis (MBG).

Menurut dia, pemangkasan anggaran terhadap proyek yang menelan anggaran besar dapat dilakukan untuk menumbuhkan kembali tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah. "Apa yang harus dilakukan, termasuk untuk menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah. Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam efisiensi anggaran, salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," ujar mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Evaluasi Tata Kelola MBG hingga Optimalisasi Govtech

Dalam kesempatan serupa, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, instansinya membahas evaluasi tata kelola proyek MBG hingga digitalisasi pelayanan publik oleh pemerintah atau goverment technology (govtech).

Pada konteks optimalisasi govtech, dia menuturkan, DEN melaporkan hampir 80 persen govtech per 1 Juni lalu telah terkoneksi di 8 kementerian/lembaga. Data govtech tersebut menjadi satu dengan berbasis akal imitasi atau AI.

"Di pemerintahan Presiden Prabowo nanti govtech akan menjadi satu bagian penting karena semua data akan terkumpul dengan baik," kata mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi itu.

Sedangkan dalam konteks MBG, anggota DEN Septian Hario Seto mengatakan, DEN telah melakukan survei independen untuk mendalami supply chain pelaksanaan MBG dengan metode random sampling. Hasilnya, 86,9 persen dari SPPG yang beroperasi hanya memiliki satu pemasok kecil. "Kalau dihitung secara rata-rata, ada 3 UMKM yang digandeng oleh SPPG," ujar Septian.

Tak Bahas Soal Reshuffle

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, mengaku telah menerima konfirmasi dari lingkungan Istana Kepresidenan, ihwal maksud dan tujuan dipanggilnya DEN, khususnya Chatib Basri oleh Presiden Prabowo. Dia menuturkan, di tengah isu reshuffle, pemangilan DEN oleh Presiden dilakukan untuk memberikan masukan dan strategi guna menggenjot pertumbuhan ekonomi. 

"(Ada pembahasan reshuffle?) Konfirmasi yang saya dapat mengatakan tak ada pembahasan ke arah sana," ujar Dasco di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Selasa, 9 Juni 2026.

Senada dengan Dasco, Chatib Basri, menegaskan tak ada pembahasan ihwal reshuffle kabinet dalam persamuhan DEN dengan Kepala Negara. 

Nama Chatib Basri dikabarkan bakal menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Bendahara Negara di tengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. "Kami bahas soal ekonomi kok," katanya.

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |