Keracunan MBG di Turi Sleman Meluas, 2 Korban Diopname dan Posko Diperluas

4 hours ago 14
Ilustrasi keracunan | freepik

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Turi, Sleman, ternyata belum benar-benar berakhir. Di tengah puluhan siswa yang sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan di Puskesmas Turi, dua korban lainnya masih harus menjalani rawat inap di RSUD Sleman.

Keduanya sebelumnya dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sleman karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sleman, dr. Khamidah Yuliati, membenarkan masih adanya korban yang menjalani perawatan.

“Tadi infonya 2 orang yang ke IGD RSUD Sleman belum pulang. Saat teman-teman tim Surveilans Epidemiologi Dinkes kembali dari TKP melaporkan bahwa yang 2 di RSUD belum pulang alias opname,” kata Khamidah saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026) petang.

Sementara itu, data sementara dari Puskesmas Turi mencatat sedikitnya 45 pelajar sempat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.

Puluhan pelajar tersebut mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, pusing hingga muntah. Keluhan muncul beberapa jam setelah mereka mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari dapur SPPG Wonokerto.

Para siswa yang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Turi berasal dari tiga sekolah. Rinciannya, 24 siswa SMPN 3 Turi, dua siswa SD Muhammadiyah Balerante, serta 19 siswa SMK Muhammadiyah Turi.

Namun, angka tersebut belum dianggap sebagai jumlah final. Dinas Kesehatan masih membuka kemungkinan munculnya laporan korban tambahan karena gejala akibat gangguan pangan tidak selalu muncul dalam waktu bersamaan.

Masyarakat maupun orang tua diberi waktu hingga tiga hari untuk melaporkan apabila anak mereka mengalami gejala susulan setelah menyantap menu MBG tersebut.

Kondisi itu membuat penanganan kasus tidak hanya berfokus pada siswa yang telah mengalami gejala. Pemerintah Kapanewon Turi juga memperkuat kesiapsiagaan dengan membentuk posko operasional untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak.

Korban Sudah Lintas Kalurahan

Posko tersebut ditempatkan di ruang kerja Panewu Anom Kapanewon Turi, Muhamad Yunan. Keberadaannya diperlukan karena laporan mengenai korban ternyata tidak hanya berasal dari satu wilayah.

Selain Turi, kasus tersebut juga menyentuh wilayah Wonokerto dan Balerante.

“Tadi BPBD sudah minta saya menyiapkan ruang, sudah saya siapkan ruangan saya untuk sekedar posko (operasional), karena (korban) tidak hanya Turi nggeh, ternyata Wonokerto ada, terus di Balerante juga ada, sehingga (korbannya) sudah lintas kalurahan ini. Awalnya kan poskonya hanya di SMP Negeri 3 Turi,” jelas Yunan.

Perluasan wilayah terdampak tersebut membuat kebutuhan koordinasi di lapangan ikut meningkat. Pemerintah kapanewon tidak ingin penanganan hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan maupun armada ambulans milik Puskesmas Turi.

Karena itu, jejaring ambulans relawan turut disiagakan. Forum komunikasi relawan ambulans di Turi menjadi salah satu jalur untuk mempercepat evakuasi apabila kembali ditemukan warga atau pelajar yang mengalami gejala.

Relawan yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, termasuk organisasi masyarakat dan partai politik. Seluruh armada diminta dalam kondisi siap bergerak apabila menerima laporan.

“Kita ada grup komunikasi WA, semuanya standby, kalau ada laporan langsung (korban bergejala) bisa langsung diambil, dibawa ke Puskesmas Turi. Sehingga kita tidak hanya mengandalkan (ambulans), ngapunten, dari Puskesmas Turi saja, tapi juga dari relawan.” katanya.

Dengan masih adanya dua korban yang menjalani opname serta dibukanya kemungkinan munculnya laporan baru dalam beberapa hari ke depan, penanganan kasus tersebut masih terus berjalan.

Pemerintah dan petugas kesehatan kini menghadapi pekerjaan penting untuk memastikan kondisi para korban terpantau sekaligus menelusuri penyebab munculnya keluhan setelah konsumsi menu MBG yang disuplai dari SPPG Wonokerto. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |