Ketua IPPNU Tangsel Minta Kader Beri Dampak bagi Masyarakat

3 hours ago 20

REPUBLIKA.CO.ID, 

AKARTA -- Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Tangerang Selatan, Iklyma Syifaul Fajna, mengajak kader tidak berhenti menjadi pribadi yang baik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pesan tersebut disampaikan setelah Iklyma dilantik sebagai Ketua PC IPPNU Kota Tangerang Selatan Masa Khidmat 2025-2027 dalam Pelantikan PC IPNU dan IPPNU Kota Tangerang Selatan di Aula Wali Kota Tangerang Selatan, Sabtu (19/9/2026).

Iklyma mengatakan, menjadi kader organisasi pelajar NU tidak sekadar aktif mengikuti kegiatan, tetapi juga harus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Menurut dia, nilai yang diperoleh selama berorganisasi perlu diterjemahkan melalui pendidikan, pengabdian, gerakan sosial, dan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

“Sebagaimana pesan Kiai Sahal Mahfudz, menjadi orang baik itu gampang, hanya dengan diam kita bisa dianggap baik. Tetapi yang sulit adalah berbuat baik kepada orang lain,” ujar Iklyma.

Dia menilai kebermanfaatan menjadi salah satu ukuran penting bagi kader dalam menjalankan proses berorganisasi. Ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh di IPPNU, kata dia, perlu dikembangkan menjadi kekuatan untuk membantu dan menggerakkan orang lain.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Karena itu, saya ingin rekanita-rekanita tidak hanya menjadi kader yang baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi kader yang kehadirannya membawa manfaat dan memberikan dampak bagi orang lain,” tegasnya.

Iklyma berharap kepengurusan PC IPPNU Tangsel Masa Khidmat 2025-2027 menjadi ruang bagi kader untuk belajar, berkolaborasi, mengembangkan potensi, dan menjawab persoalan di masyarakat. Dia juga mengingatkan kader IPNU-IPPNU Tangsel agar mampu membaca perubahan zaman, terutama di tengah perkembangan teknologi dan era disrupsi.

“Kalau kita sudah bisa membaca keadaan, maka pertanyaannya adalah apa yang bisa kita lakukan setelah melihat keadaan itu. Di situlah kader IPPNU harus hadir, bergerak, dan memberi dampak,” katanya.

Iklyma sebelumnya terpilih sebagai Ketua PC IPPNU Tangerang Selatan Masa Khidmat 2025-2027 melalui Konferensi Cabang (Konfercab) VII IPPNU Tangsel. Dalam kepengurusannya, dia membawa tiga fokus utama, yakni kaderisasi, kolaborasi, dan digitalisasi.

Sebagai bagian dari agenda tersebut, PC IPNU dan IPPNU Tangsel menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Digital Literacy Forum melalui Seminar Nasional Literasi Digital dan Kepemimpinan Generasi Muda. Forum tersebut menjadi rangkaian kegiatan pascapelantikan dengan materi mengenai pemanfaatan teknologi, keamanan digital, dan kepemimpinan generasi muda.

Praktisi komunikasi dan kepemimpinan digital Drs. Sadjan mengatakan, transformasi digital membuka peluang bagi generasi muda, mulai dari akses pendidikan dan ruang kreativitas hingga jejaring lintas daerah, ekonomi digital, serta kanal dakwah dan syiar nilai Aswaja. Namun, ruang digital juga menghadirkan risiko seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, perundungan siber, penipuan daring, judi online, pinjaman ilegal, dan penyalahgunaan data pribadi.

“Transformasi digital membuka peluang besar, sekaligus menghadirkan risiko yang menyasar generasi muda lebih dulu. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kecakapan untuk menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Sadjan.

Dalam forum tersebut, peserta diajak membangun kebiasaan melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi. Sadjan memperkenalkan lima langkah, yakni berhenti sejenak, memeriksa sumber, mencari pembanding dari sumber kredibel, menguji bukti, dan tidak menyebarkan informasi apabila masih terdapat keraguan.

“Prinsipnya sederhana: verifikasi dulu, baru bagikan. Kecepatan bukan ukuran kebenaran,” katanya.

Peserta juga mendapat materi mengenai keamanan digital, termasuk ancaman phishing, pembajakan akun, penipuan daring, judi online, kebocoran data pribadi, hingga kekerasan berbasis gender secara daring. Materi tersebut dikaitkan dengan karakter kepemimpinan kader NU melalui empat nilai Aswaja An-Nahdliyah, yakni tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal.

“Pemimpin muda hari ini diuji bukan hanya di forum rapat, tetapi di kolom komentar. Tenang saat diprovokasi, jujur saat salah, dan berpihak pada yang lemah,” katanya.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |