Komisi II DPRD Kota Bandung Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Peluang Era Digital

2 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif membutuhkan dukungan berbagai pihak agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Kolaborasi, jejaring, dan keberpihakan kebijakan dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang tangguh di tengah pesatnya transformasi digital.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Kota Bandung, Indri Rindani saat menjadi narasumber dalam kegiatan bertajuk Membangun Ekosistem Kewirausahaan Kreatif Melalui Sinergi Kebijakan Publik, Inovasi, dan Kemandirian Ekonomi di Era Transformasi Digital yang digelar di Aula Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kota Bandung, Jumat (12/6/2026).

Dalam paparannya, Indri menegaskan pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan berdaya saing.

"Kota Bandung memiliki potensi besar sebagai kota kreatif. Potensi ini harus terus didorong melalui kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM dan industri kreatif agar mampu berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas," ujar Indri.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Bandung yang membidangi sektor perekonomian, Indri mengaku memahami berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Pengalaman selama hampir dua dekade berkecimpung sebagai pelaku UMKM membuatnya merasakan langsung dinamika dunia usaha, mulai dari persoalan permodalan hingga akses pasar.

"Selama 18 tahun saya menjadi pelaku usaha. Karena itu ketika mendapat amanah sebagai anggota DPRD, saya berupaya memastikan adanya keberpihakan pemerintah terhadap UMKM dan industri kreatif," katanya.

Menurut Indri, saat ini Pemerintah Kota Bandung telah membuka berbagai ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Beragam program mulai dari kemudahan perizinan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi promosi melalui pameran tingkat lokal, nasional, dan internasional menjadi peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal.

Meski demikian, ia menilai penguatan ekonomi daerah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan fiskal pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah daerah perlu aktif membangun komunikasi dan jejaring dengan pemerintah pusat agar berbagai program kementerian dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat.

"Program dari kementerian sangat banyak dan dapat diturunkan ke daerah. Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Yang dibutuhkan adalah jejaring dan komunikasi yang kuat agar manfaat program pusat bisa dirasakan masyarakat," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Indri juga memberikan motivasi kepada generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani memiliki cita-cita besar dan membangun kemandirian ekonomi. Menurut dia, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi keluarga maupun daerah.

"Perempuan harus memiliki kemandirian ekonomi dan finansial. Namun pada saat yang sama, peran sebagai istri dan ibu dalam keluarga tetap dapat dijalankan secara seimbang," katanya.

Ia berharap semakin banyak anak muda yang berani terjun ke dunia usaha, memanfaatkan peluang yang hadir di era digital, serta membangun kolaborasi yang kuat untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bandung.

"Fungsi kami di legislatif adalah terus mengingatkan, mengawal, dan membuka jalan agar berbagai program yang ada benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Indri. 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |