Luis De La Fuente Nilai Spanyol Layak Jadi Juara Piala Dunia

21 hours ago 13

PELATIH timnas Spanyol Luis de la Fuente mengaku bangga setelah tim asuhannya menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final di Stadion MetLife, New Jersey, Senin dinihari, 20 Juli 2026. "Saya merasa sangat bangga dengan generasi pesepak bola ini yang telah tumbuh bersama gagasan tersebut, menyempurnakannya, serta memberikan contoh tentang sebuah kelompok, sebuah keluarga," kata De la Fuente, dikutip dari Antara.

Spanyol memastikan gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah kemenangan tipis lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan. Gelar tersebut mengakhiri penantian La Roja sejak pertama kali menjadi juara dunia pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Pelatih berusia 65 tahun itu menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang generasi pemain yang dibangunnya. Menurut dia, para pemain telah memperlihatkan kualitas sekaligus kebersamaan yang menjadi fondasi kesuksesan Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya merasa sangat emosional saat menengok kembali ke belakang. Kami telah banyak berbicara dengan para pemain. Kami telah memenangkan segalanya, dan itu sungguh luar biasa. Mereka adalah generasi pesepak bola yang menjadi kebanggaan Spanyol. Bersama-sama, kita lebih kuat," ujar dia.

Pada laga final, Spanyol tampil dominan sejak awal. Tim asuhan De la Fuente menguasai 66 persen penguasaan bola dan melepaskan 20 tembakan, 12 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Argentina gagal menciptakan satu pun tembakan sepanjang pertandingan.

Meski menguasai permainan, Spanyol baru mampu memecah kebuntuan pada babak kedua perpanjangan waktu. Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada menit ke-106 setelah memanfaatkan sundulan Nico Williams.

Menurut De la Fuente, timnya sebenarnya layak mengakhiri pertandingan lebih cepat. Namun, penampilan gemilang kiper Argentina Emiliano Martinez membuat Spanyol harus menunggu hingga babak tambahan untuk memastikan kemenangan. "Penyelamatan gemilang Dibu (Emiliano Martinez) mencegah kami menang lebih awal, tetapi ini adalah final Piala Dunia. Bahkan ketika lawan bermain dengan sepuluh pemain di pengujung laga, Anda tetap harus menderita," kata dia.

Di kubu lawan, pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui La Roja tampil lebih baik dan layak menjadi juara. "Mereka lebih baik, itu adalah kenyataannya," ujar Scaloni.

Pelatih berusia 48 tahun itu mengaku kecewa karena gagal mempertahankan gelar juara dunia yang diraih Argentina pada edisi sebelumnya. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu membawa Albiceleste kembali mencapai final. "Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka karena telah membawa kami kembali ke final Piala Dunia dan berjuang hingga akhir," kata Scaloni.

Argentina harus bermain dengan 10 orang sejak penghujung babak kedua setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah akibat akumulasi dua kartu kuning. Namun, Scaloni menegaskan kekalahan tersebut tidak menghapus perjalanan luar biasa yang telah dilalui timnya sepanjang turnamen.

"Kami bersikap hebat saat meraih kemenangan, dan kami juga harus bersikap hebat saat menelan kekalahan. Hari ini kami menunjukkan bahwa kami tahu caranya menerima kekalahan. Kami kalah dalam pertandingan ini dan kami mengakuinya. Namun, hal itu tidak berarti kami akan berhenti mengenang segala upaya yang telah kami lakukan untuk sampai di titik ini," ujar Scaloni.

Pilihan Editor: Ujian Lionel Messi Menggempur Pertahanan Spanyol
Pilihan Editor: Beda Pengembangan Sepak Bola Prancis dan Spanyol

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |