DOKTER Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong Thio Ananda Steven mengatakan cek kesehatan reguler dengan teknologi MRI 3 Tesla bisa menjadi salah satu upaya untuk mengetahui lebih dalam tentang kondisi diri. "Medical check up dengan tambahan teknologi MRI ini semakin disarankan bagi orang yang sudah punya gejala dalam pembuluh darah seperti pasien hipertensi dan diabetes," katanya pada akhir Mei 2026.
Ia mengatakan pemeriksaan dengan MRI 3 Tesla bisa membantu pasien lebih presisi memantau penyumbatan yang ada di pembuluh darah. "Untuk mengecek penyumbatan di pembuluh darah halus juga semakin mudah dilakukan," katanya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sebelumnya, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan penegakan diagnosis yang presisi pada penyakit kompleks seperti gangguan saraf seperti stroke dan tumor otak, jantung, ortopedi, hingga onkologi, efisiensi waktu dan ketajaman gambar menjadi faktor penentu. Bethsaida Hospital pun memperkenalkan inovasi fasilitas diagnosis terbaru yaitu Sistem Pemindaian MRI 3.0 Tesla berbasis Artificial Intelligence (AI). Harapannya, teknologi dari GE HealthCare ini membantu pasien menangani diagnosis kasus-kasus kritis secara lebih cepat, tepat, dan akurat.
Dengan MRI 3 Tesla yang didukung teknologi AI, hasil pencitraan dapat diperoleh dengan kualitas yang lebih detail dan waktu pemeriksaan yang lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan pasien. "Hal ini membantu kami dalam melakukan evaluasi secara lebih presisi, sekaligus mendukung dokter klinisi dalam menentukan langkah penanganan yang tepat bagi pasien," kata Steven.
Ilustrasi teknologi MRI 3 Tesla berbasis AI di Bethsaida Hospital Gading Serpong/Tempo-Mitra Tarigan
MRI 3 Tesla Pemeriksaan MRI 3 Tesla dapat mendukung evaluasi berbagai kondisi medis yang membutuhkan pencitraan detail. Pada bidang syaraf (neuro), teknologi ini dapat membantu menilai kondisi seperti stroke, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, saraf terjepit, dan kelainan tulang belakang. Pada bidang jantung dan pembuluh darah, MRI 3 Tesla dapat membantu mengevaluasi struktur dan fungsi jantung, gangguan otot jantung, peradangan otot jantung, gangguan katup, bekas serangan jantung, hingga kelainan jantung bawaan tertentu. "Sementara pada bidang ortopedi, teknologi ini bermanfaat untuk melihat kondisi sendi, ligamen, tendon, otot, tulang rawan, cedera olahraga, robekan ligamen lutut, cedera meniskus, nyeri bahu, nyeri lutut, dan nyeri punggung, ” kata Steven.
Steven mengatakan dalam banyak kasus, ketepatan diagnosis menjadi penentu utama karena dokter harus mengambil keputusan medis dalam waktu singkat, terutama pada kondisi kritis yang berkaitan dengan 'golden time' atau periode emas penganan pasien.
Ia mencontohkan pada kasus pasien stroke misalnya, keterlambatan beberapa menit saja dapat mempengaruhi kondisi jaringan otak dan meningkatkan risiko catat permanen. Begitu pula pasien kanker, ketepatan membaca penyebaran jaringan abnormal sangat menentukan arah terapi yang akan diberikan. Sementara pada gangguan jantung dan cedera ortopedi, detail pencitraan dibutuhkan agar dokter dapat melihat struktur organ, pembuluh darah, otot, ligamen, hingga jaringan lunak secara lebih kuat. "Karena itu, kebutuhan terhadap teknologi diagnositik dengan hasil gambar tajam dan waktu pemeriksaan yang efisien semakin penting di dunia medis modern.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong Margareth Aryani Santoso berharap teknologi ini bisa membantu kebutuhan konsumen bagi masyarakat khususnya pada kasus-kasus kompleks. "Seperti gangguan saraf (stroke dan tumor otak), jantung, ortopedi, hingga onkologi (kanker) serta layanan lain yang memerlukan pencitraan medis dengan tingkat akurasi dan presisi tinggi,” ujar Margareth.
















































