Menengok Layanan Keimigrasian Saat Asap Tebal Karhutla Mengepung Riau

2 hours ago 10

Suasana pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Pekanbaru, Provinsi Riau pada Selasa (15/9/2026). Sebagian menunggu proses pembuatan paspor dengan makan es krim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus menggelar upaya penanganan hingga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan.

Dari pantauan Republika, asap karhutla begitu tebal saat di dalam pesawat rute ke Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II di Kota Pekanbaru, Riau pada Selasa (15/9/2026) pagi. Saking tebalnya, wilayah daratan tak terlihat sedikit pun hingga roda pesawat terdengar diturunkan. Hanya sekitar semenit jelang pesawat landing, wilayah daratan Riau baru terlihat dari jendela pesawat. Padahal biasanya wilayah daratan bakal terlihat saat roda pesawat diturunkan tanda mendekati bandara tujuan.

Ketika Republika menginjakkan kaki di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, asap masih menutupi pandangan. Sebagian masyarakat di Pekanbaru terlihat masih mengenakan masker guna mencegah dampak asap karhutla.

"Ini asapnya lagi parah, beberapa hari lalu sempat hujan nah itu berkurang asapnya. Sekarang parah lagi dapat kiriman dari kebakaran di Jambi," kata salah satu petugas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Roni saat ditemui Republika pada Selasa (15/8/2026).

Roni menyebut asap karhutla terasa parah mengganggu aktivitas pada medio Agustus 2026. Asap terus mengganggu aktivitas warga hingga turun hujan beberapa waktu lalu. Tapi situasi asap karhutla di Pekanbaru tetap bergantung pada kondisi di sekitarnya. Saat karhutla membara di Jambi, maka anginnya dapat membawan asapnya hingga ke Pekanbaru.

"Kalau di Jambi karhutla parah lagi ya asapnya bisa kebawa ke sini," ujar Roni.

Warga Riau lainnya, Syarifah mengaku amat terganggu dengan paparan asap karhutla. Syarifah menyebut Rokan Hulu dan Pelalawan menjadi daerah yang masih diselimuti karhutla paling parah.

"Ini asapnya kalau di Riau juga banyak dari karhutla di Rokan Hulu sama Pelalawan, semoga saja hujan lagi biar asapnya hilang," ucap Syarifah.

Saking parahnya asap karhutla, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menetapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP mulai Rabu hingga Sabtu, 16-19 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah kualitas udara Kota Pekanbaru kembali memburuk dan dinilai sudah tidak aman bagi kesehatan anak-anak.

Berdasarkan data, angka pemantauan kualitas udara BMKG mencapai 220, sedangkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 243. Kondisi tersebut berada dalam kategori sangat tidak sehat dan berisiko membahayakan kesehatan.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |