Rombongan alumni SMA Negeri 8 Yogyakarta (Delayota) Angkatan 1989 berfoto bersama saat mengunjungi Omah Petroek di kawasan Kaliurang, Sleman, Sabtu (4/7/2026) | Foto: IstimewaSLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lereng Gunung Merapi tak hanya menawarkan panorama alam yang memikat, tetapi juga menyimpan ruang budaya yang menghadirkan ketenangan sekaligus inspirasi. Salah satunya adalah Omah Petroek, sebuah kawasan yang memadukan seni, budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal Jawa di tengah sejuknya udara Kaliurang.
Tempat yang berada sekitar 500 meter di selatan Museum Gunung Merapi, tepatnya di Hargobinangun, Pakem, Sleman, itu menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi rombongan alumni SMA Negeri 8 Yogyakarta (Delayota) Angkatan 1989 dalam rangka reuni ke-37, Sabtu (4/7/2026).
Didirikan oleh sastrawan Sindhunata, Omah Petroek dirancang sebagai ruang budaya yang menyatu dengan alam. Sebagian kawasan difungsikan sebagai hunian pribadi, sementara area lainnya dibuka untuk masyarakat sebagai ruang publik yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
Nuansa khas Jawa langsung terasa sejak memasuki kawasan tersebut. Bangunan bergaya joglo dan limasan berpadu harmonis dengan pepohonan rindang serta berbagai instalasi seni yang tersebar di sejumlah sudut. Beragam karya, mulai dari patung banteng berbahan lempengan besi, patung Ganesha, hingga instalasi bertema kehidupan, menghadirkan pengalaman visual yang sarat makna.
Salah satu daya tarik utama Omah Petroek adalah Museum Anak Bajang. Museum ini menyimpan beragam koleksi seni dan budaya yang kerap menjadi tujuan kunjungan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum untuk belajar lebih dekat mengenai seni, sastra, dan kebudayaan.
Sejumlah alumni SMA Negeri 8 Yogyakarta (Delayota) Angkatan 1989 mengamati koleksi seni dan budaya di Museum Anak Bajang, Omah Petroek, Kaliurang, Sleman, Sabtu (4/7/2026) | Foto: IstimewaDi kawasan yang sama juga terdapat Kedai Kopi Petroek Nusantara. Suasana pegunungan yang sejuk berpadu dengan aroma kopi menciptakan ruang yang nyaman untuk berbincang, membaca buku, atau sekadar menikmati keheningan alam.
Tak hanya itu, Omah Petroek juga dilengkapi aula serbaguna yang kerap digunakan untuk seminar, bedah buku, diskusi kebudayaan, pertunjukan musik, teater, hingga pameran seni. Keberadaan toko buku dan artshop semakin memperkuat fungsi kawasan tersebut sebagai pusat literasi dan apresiasi budaya.
Suasana yang tenang menjadikan Omah Petroek sebagai tempat yang tepat untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas. Banyak pengunjung memanfaatkan ruang ini untuk menulis, berdiskusi, berkontemplasi, atau sekadar menikmati kesejukan alam lereng Merapi.
Bagi rombongan alumni Delayota 1989, kunjungan ke Omah Petroek bukan sekadar menjadi pelengkap agenda reuni. Kehadiran di ruang budaya tersebut menjadi momen untuk mempererat persahabatan, menikmati keindahan alam, sekaligus merefleksikan perjalanan hidup dalam suasana yang hangat, damai, dan penuh makna. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.











































