PDIP Ingatkan Prabowo Tak Asal Ingin Terapkan Bahasa Asing di Sekolah

7 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggora DPR dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira mengingatkan Presiden Prabowo Subianto tidak asal merencanakan untuk mewajibkan mata pelajaran bahasa Prancis di semua jenjang sekolah.

Menurut Andreas, mata pelajaran di sekolah, termasuk bahasa, telah diatur dalam kurikulum, meski bahasa Prancis termasuk salah satu bahasa pergaulan internasional.

"Saya kira di kurikulum kita sudah ditentukan, ya, bahasa-bahasa apa yang penting," ujar mantan anggota Komisi pendidikan DPR itu saat acara Bimtek partainya di Jakarta, Sabtu (30/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, Andreas berharap agar Prabowo ke depan tak mudah untuk menginstruksikan pembelajaran bahasa usai bertemu kepala negara-kepala negara lain.

"Jadi, jangan nanti kalau kita ketemu apa, pemimpin dari suatu negara terus kemudian bahasa itu menjadi kurikulum wajib," katanya.

Saat ini, lanjut Andreas, mata pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah hanya bahasa Inggris. Namun, Bahasa Prancis bisa menjadi opsi bagi sebagian sekolah, asal tak menjadi kewajiban.

"Tapi kalau menjadi kurikulum wajib, saya kira kita perlu bahasa Inggris, kita perlu memperkuat bahasa Indonesia, dan itu, ya, saya kira yang paling penting untuk bagaimana pembinaan, ya, pendidikan, terutama pendidikan bahasa," katanya.

Andreas menilai instruksi Presiden untuk mewajibkan Bahasa Prancis di seklolah tak lebih dari bahasa diplomatik. Namun, dia menilai mata pelajarannya bisa menjadi opsi bagi sekolah-sekolah yang memiliki sumber daya.

"Silakan bahwa bahasa Prancis sebagai bahasa pilihan, ya oke bisa aja gitu. Bahasa Mandarin, bahasa Jepang mungkin dan bahasa-bahasa yang lain gitu. Nah itu menjadi kurikulum tambahan untuk anak-anak," katanya.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan keinginan agar Bahasa Prancis mulai diajarkan di seluruh tingkatan sekolah saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis.

Dalam pidatonya di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5), Sang Kepala Negara mengatakan hubungan RI dan Prancis saat ini berada pada fase yang sangat baik dan perlu diperluas, termasuk di bidang pendidikan, sains, dan teknologi.

"Saya sudah instruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar Bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," kata Prabowo.

(thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |