Pemkot Palu Data Ulang Distributor Pangan Strategis Demi Jaga Stabilitas Harga

2 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, PALU, – Pemerintah Kota Palu melakukan pendataan ulang terhadap para distributor komoditas pangan strategis. Langkah ini merupakan upaya konkret untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Palu, Rahmad Mustafa, menyatakan bahwa inventarisasi ini menjadi dasar penting dalam penyusunan skema kerja sama. “Kami sedang menginventarisir kembali distributor pangan, yang beroperasi di Kota Palu,” ujarnya di Palu, Rabu.

Pekan depan, Pemkot Palu akan menggelar pertemuan lanjutan dengan sekitar 32 distributor komoditas pangan strategis. Pertemuan itu akan fokus menyusun konsep kerja sama antara pemerintah daerah, distributor, dan instansi teknis terkait.

Jaga Stabilitas Harga dan Perkuat Rantai Pasok Lokal

Kerja sama tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat serta menjaga stabilitas harga komoditas di tingkat distributor. “Kami ingin memastikan ketersediaan pangan di Kota Palu, dan mengendalikan harga di tingkat distributor,” tegas Rahmad.

Selain menjaga stabilitas harga, Pemkot Palu juga berambisi memperkuat rantai pasok pangan lokal. Caranya adalah dengan mendorong hubungan yang lebih erat antara distributor dan kelompok tani setempat.

Dengan skema ini, hasil pertanian lokal diharapkan dapat terserap terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Palu sebelum didistribusikan ke wilayah lain. Hal ini dinilai akan sangat mendukung ketahanan pangan lokal.

Rahmad menambahkan, koordinasi dengan distributor dan petani sebenarnya sudah berjalan melalui dinas terkait. Namun, forum bersama pekan depan diharapkan dapat menyatukan komitmen semua pihak untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Distributor yang akan dilibatkan berasal dari berbagai sektor komoditas strategis, seperti minyak goreng, telur, daging ayam, dan kebutuhan pokok lainnya yang berperan vital dalam menjaga stabilitas pasar.

Rahmad menegaskan bahwa langkah ini murni merupakan antisipasi dan penguatan kerja sama, bukan karena adanya gangguan pasokan atau lonjakan harga pangan di daerah. “Ini bukan karena ada masalah. Kami menjaga agar kondisi harga pangan yang terjangkau dan stabil ini tetap terpelihara,” harapnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |