PENTINGNYA memperkuat kesiapan menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia alias lansia. Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan perubahan struktur demografi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar masyarakat dapat memasuki masa pensiun dengan lebih siap. “Seiring bertambahnya usia, kita perlu menjaga kesehatan, tetap aktif, dan mendapatkan istirahat yang cukup agar dapat memasuki masa tua dengan perasaan bahagia, sehat, dan tetap berdaya," kata Lim dalam peluncuran acara bertajuk "Together for the Golden Age” pada Kamis, 2 Juli 2026.
Salah satu persiapan yang bisa dilakukan ialah melalui program edukasi dan pemberdayaan lansia yang menggabungkan literasi keuangan, kreativitas, dan kebugaran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 11,97 persen dari total populasi pada 2025. Angka tersebut menandai Indonesia telah memasuki era aging population, yang menghadirkan tantangan baru. Tantangannya mulai dari ketahanan finansial, kesehatan mental, hingga kualitas hidup masyarakat di usia lanjut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam perayaan ulang tahun ke-37, Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation dan Langit Biru Pertiwi menggelar kegiatan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia, Kamis, 2 Juli 2026. Ratusan lansia berusia 65-95 tahun mengikuti kegiatan yang terdiri atas edukasi keuangan, lokakarya kreativitas, serta aktivitas kebugaran.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong memberikan sambutan pada program Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Gedung M, FISIP Universitas Indonesia, Depok pada Kamis, 2 Juli 2026. Tempo/Epi Susanti
Menurut Chu Chong, keberhasilan sebuah masyarakat tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonominya, tetapi juga dari bagaimana kita mempersiapkan setiap generasi menghadapi masa depan. Lim mengatakan ia dan tim menggandeng masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih inklusif. "Kami mencoba terus membangun masyarakat yang lebih Inklusif dan tangguh dalam menghadapi perubahan demografi," kata Lim.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat edukasi mengenai keamanan transaksi digital untuk menghindari berbagai modus penipuan yang kerap menyasar lansia. Seorang lansia berusia 95 tahun, Murtini, mengikuti sesi edukasi literasi finansial yang didampingi oleh relawan Bank DBS Indonesia, Clarissa. Dalam sesi tersebut, Clarissa memberikan pemahaman mengenai berbagai modus penipuan melalui telepon, SMS, dan WhatsApp (scam), termasuk modus pelaku yang mengaku sebagai anggota keluarga, seperti anak korban, untuk memperoleh uang.
Menyadari kondisi Murtini yang telah lanjut usia, Clarissa menyampaikan materi dengan pendekatan yang santai melalui obrolan ringan agar lebih mudah dipahami. Murtini mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, acara seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman seusianya.
"Saya senang sekali ada acara seperti ini. Pokoknya kalau ada acara begini, saya selalu bilang sama anak saya. Saya juga senang bisa bertemu teman-teman karena kalau di rumah terus rasanya sendiri. Di rumah saya biasanya membaca buku. Dulu saya sekolah di Amerika mengambil jurusan Library Science karena memang saya suka membaca. Tapi kalau membaca sambil ada teman-teman tentu lebih menyenangkan," kata Murtini.
Mereka juga mengikuti lokakarya membuat pot tanaman dari bahan daur ulang sebagai sarana menjaga kreativitas dan interaksi sosial, serta sesi grounding dan gerakan tubuh untuk mempertahankan kebugaran fisik.
Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan fenomena penuaan penduduk merupakan realitas yang harus diantisipasi sejak sekarang. Menurut dia, penting agar lansia memiliki ketahanan finansial selama masa pensiun. Salah satu pilar yang diutamakan DBS Foundtaion adalah membantu komunitas lansia yang mencakup pendidikan, kesehatan, kesehatan mental, serta akses terhadap makanan bergizi. "Kami ingin membantu masyarakat mempersiapkan diri menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia," kata Mona.
Selain pemberdayaan lansia, kegiatan kerelawanan itu juga mencakup literasi keuangan, pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, hingga pemberdayaan komunitas rentan sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan.

















































