Sederet BEM Kampus yang Dicatut Jadi Bagian BEM Bersatu

3 hours ago 12

RAMAI-ramai organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengeluarkan pernyataan sikap ihwal kemunculan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Bersatu. Kumpulan perwakilan yang mengklaim mahasiswa di aliansi ini menuding eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto memiliki jaringan dengan partai politik tertentu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

BEM Bersatu mengatakan mobil yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini, adik dari Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Setyo Sularso. Pensiunan jenderal itu disebut besan dari Jenderal TNI (Purnawirawan) Andhika Perkasa, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus tim pemenangan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

PDIP membantah terlibat dalam aksi kritik yang selama ini dilakukan Tiyo Ardianto, khususnya pada kritik atas pelaksanaan proyek Makan Bergizi Gratis. Sementara itu Tiyo Ardianto memilih untuk tidak merespons hal-hal yang bersifat tudingan personal.

Adapun BEM Bersatu berisikan individu yang mengklaim sebagai mahasiswa dan representasi organisasi mahasiswa di sejumlah kampus. Mereka di antaranya Wildan Ricky sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum Unisia, Muhammad Yani dari BEM Fakultas Hukum UIJ, Ardin Zulkifly Ketua BEM FISIP Universitas Nasional, Ardiansyah Ketua BEM Institut Al-Aqidah, Ahmad Ghazy dari BEM Psikologi Universitas Negeri Jakarta, dan Alfi Ketua BEM FEB Universitas Pamulang.

Ada juga mahasiswa yang mengklaim sebagai Ketua BEM Hukum UIC Rahmat Djimbula, Dicky dari BEM FIPS Unindra, Ahmad BEM Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika, serta Rezky Anandar dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.

Sejumlah organisasi mahasiswa yang namanya dicatut oleh BEM Bersatu menyatakan membantah menjadi bagian aliansi tersebut. Berikut sederet klarifikasi di antaranya.

BEM Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika

Mereka menyatakan tidak pernah mengirimkan perwakilan ataupun menghadiri konferensi pers yang dibuat aliansi BEM Bersatu itu. BEM FTI BSI ini berujar tidak memiliki pengurus, anggota, dan ketua bernama Ahmad sebagaimana yang diklaim bagian dari BEM Bersatu.

“BEM FTI UBSI tidak pernah memberikan mandat kepada pihak manapun untuk mewakili organisasi dalam kegiatan tersebut,” demikian tulis pernyataan mereka dalam akun Instagram @bemftiubsi, Rabu, 17 Juni 2026.

BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta

Organisasi mahasiswa ini membantah telah mengirimkan perwakilan atas nama Ahmad Ghazy dalam aliansi BEM Bersatu. Mereka menyatakan identitas organisasinya telah dicatut. Tindakan itu dinilai telah melanggar etik organisasi.

Ahmad Ghazy, kata BEM FPSI UNJ, merupakan alumni angkatan 2020 dan bukan bagian dari anggota maupun pengurus tahun ini. “Tindakan maupun pandangan yang disampaikan merupakan tanggung jawab pribadi pihak tersebut,” kata mereka dalam akun Instagram @bemfpsiunj.

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Nasional

Dalam pernyataan resminya, pihak fakultas membantah klaim Ardin Zulkifly yang menyebut sebagai Ketua BEM FISIP Unas. Mereka menyatakan tidak memiliki organisasi BEM tingkat fakultas.

FISIP Unas menyatakan kehadiran Ardin Zulkifly di aliansi BEM Bersatu merupakan tanggung jawab pribadi. “(Dia) tidak memiliki kapasitas kelembagaan untuk mewakili FISIP Universitas Nasional berdasarkan jabatan dimaksud,” demikian keterangannya.

BEM Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta PGRI

Organisasi ini membantah klaim Dicky yang menyebut mewakili BEM FIPPS Unindra di aliansi BEM Bersatu. Mereka menyatakan bahwa Dicky bukan bagian dari organisasi.

“Segala tindakan, pernyataan, maupun konsekuensi yang ditimbulkan merupakan tanggung jawab pribadi pihak yang bersangkutan,” tertulis dalam keterangan resmi pada Kamis, 18 Juni 2026.

BEM FIPPS Unindra mengatakan tetap berkomitmen menjaga integritas dan independensi gerakan mahasiswa. Sebab, gerakan ini semestinya menjadi ruang perjuangan yang berlandaskan pada nilai intelektual, bertanggung jawab, dan sesuai kepentingan kolektif mahasiswa.

“Penggunaan identitas kelembagaan harus dilakukan dengan semangat kebersamaan dan melalui koordinasi yang baik,” ucapnya.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |