Tips Bahagia ala Nadia Mulya: Pintar Regulasi Emosi

8 hours ago 15

PRESENTER Nadia Mulya menganggap sangat penting ketenangan batin. Menurutnya, ketenangan batin menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan sekaligus kemandirian lansia. “Kalau aku selalu percaya bahwa kebahagiaan dan ketenangan batin itu sumber segalanya,” kata Nadia pada Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menyoroti pentingnya kemampuan mengelola emosi, terutama bagi generasi muda yang berada pada usia produktif dan rentan terhadap stres. Regulasi emosi, kata dia, perlu dipelajari agar seseorang tidak mudah terpuruk saat menghadapi persoalan.

“Kalau aku selalu percaya bahwa kebahagiaan dan ketenangan batin itu sumber segalanya,” kata Nadia, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Nadia menekankan bahwa konsep ketenangan batin, sehat, berdaya seharusnya dimulai dari kebahagiaan sebagai dasar utama. Menurutnya, kondisi emosional yang positif dapat membantu seseorang lebih mudah melewati berbagai tantangan hidup. “Kalau kita bahagia, kondisi apa pun bisa kita lalui. Hati yang gembira adalah obat,” ujarnya.

Kebahagiaan Lansia

Sebagai salah satu pendiri organisasi sosial Langit Biru, Nadia beberapa kali bekerja sama dengan lansia. Isu kebahagiaan juga perlu dipikirkan bagi para lansia. Ia menilai interaksi sosial memiliki peran besar dalam menjaga kualitas hidup. Aktivitas berkumpul bersama sesama lansia disebut dapat meningkatkan kebahagiaan, yang kemudian berdampak pada kesehatan dan rasa berdaya. “Saat mereka bahagia mereka menjadi sehat, saat mereka sehat mereka jadi berdaya,” ujar Nadia.

“Ketika mereka bahagia, mereka menjadi sehat, dan saat sehat mereka bisa tetap berdaya,” katanya.

Nadia juga menegaskan, konsep pentingnya diri bahagia itu berlaku bukan hanya bagi lansia, tetapi juga bagi generasi muda. “Jadi konsep itu berlaku bukan hanya buat lansia tetapi bagi kita juga yang masih muda, jadi yang penting adalah bahagia,” ujarnya.

Ia juga menyinggung tantangan ekonomi yang kerap dihadapi lansia, termasuk dalam keluarga dengan pola sandwich generation, yakni ketika anak turut menanggung kebutuhan orang tua. Menurutnya, hal ini berkaitan erat dengan nilai budaya di Indonesia yang menjunjung tinggi bakti kepada orang tua.

Meski demikian, Nadia menegaskan pentingnya perencanaan keuangan sejak usia muda melalui tabungan dan investasi agar di masa tua seseorang tidak menjadi beban keluarga. “Hal ini menjadi pelajaran bagi generasi muda agar mempersiapkan masa tua dengan menabung dan berinvestasi sejak dini hingga nanti tinggal menikmati masa tua saja,” kata Nadia.

Nadia, melalui organisasi Langit Biru Pertiwi, bekerja sama dengan Bank DBS Indonesia membuat program Together for the Golden Age demi mendorong para lansia agar tetap aktif, berdaya, serta memiliki ketahanan finansial dan sosial. Kegiatan tersebut berlangsung di Selasar Balai Purnomo, Gedung M, FISIP Universitas Indonesia, Depok, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Salah satu peserta, Ruweida, 78 tahun, mengaku senang mengikuti program Together for the Golden Age maupun berbagai kegiatan komunitas lainnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus diikuti karena dapat menambah wawasan, pengetahuan, sekaligus memperluas pergaulan di usia lanjut.

Ruweida bercerita, sebelum pensiun ia bekerja di sebuah apotek. "Saya memang suka di bagian obat-obatan," ujarnya.

Dalam setiap kegiatan, Ruweida selalu didampingi dan diantar oleh putrinya, Diana. Menurut Diana, sang ibu merupakan mantan atlet lari sprint yang memiliki kondisi fisik sangat baik. Namun, sejak pandemi COVID-19, Ruweida mulai mengalami gejala Alzheimer ringan.

Diana mengatakan ibunya dulu adalah atlet lari sprint, sehingga kondisi fisiknya masih bagus. Namun sejak pandemi, ibu mengalami Alzheimer ringan. Karena itu saya selalu mengajak beliau mengikuti kegiatan seperti ini agar merasa senang, tetap bersosialisasi, dan otaknya terus terstimulasi. Intinya supaya ibu tetap bahagia," kata Diana.

Diana menambahkan, Ruweida merupakan peserta rutin kelas Tenteram Senior Care yang pada kesempatan ini berkolaborasi dengan Langit Biru Pertiwi dan Bank DBS Indonesia.

Pilihan Editor: Nadia Mulya Kenang Proses Lahiran Anak Keempat, antara Syuting dan Hypnobirthing

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |