615 Kebakaran Terjadi hingga Agustus 2026, Ratusan Relawan Kini Diperkuat Hadapi Ancaman Api

6 hours ago 20
KebakaranPetugas Damkar Wonogiri memadamkan api yang membakar kandang ternak. Dok. Damkar Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 615 kejadian kebakaran tercatat di Jawa Tengah sepanjang 1 Januari hingga 30 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berkaitan dengan kebakaran lahan serta gedung dan permukiman.

Berdasarkan data BPBD Jawa Tengah hingga 30 Agustus 2026, dari total 615 kejadian kebakaran, sebanyak 282 kejadian merupakan kebakaran hutan dan lahan, sedangkan 333 kejadian lainnya berupa kebakaran gedung dan permukiman.

Jika dirinci, angka tersebut menunjukkan bahwa kebakaran gedung dan permukiman bahkan lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi itu membuat kesiapsiagaan tidak hanya diperlukan di kawasan rawan kebakaran lahan, tetapi juga di lingkungan permukiman.

Data tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di tengah musim kemarau. Penguatan kemampuan relawan kebencanaan terus dilakukan agar penanganan di lapangan bisa berlangsung cepat ketika kebakaran maupun bencana lainnya terjadi.

Sekda Jateng Sumarno, menilai peningkatan kapasitas relawan menjadi bagian penting dalam memperkuat respons kebencanaan di daerah.

“Kami mengapresiasi dan sangat support kegiatan peningkatan kapasitas teman-teman relawan. Ini menjadi bagian tanggung jawab pemerintah daerah, agar kalau ada kebencanaan, penanganannya bisa lebih cepat,” ujar Sumarno saat Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personel Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (4/9/2026).

Menurut Sumarno, kemampuan relawan dalam mengambil keputusan dan bertindak cepat sangat menentukan penanganan bencana. Respons yang tepat sejak awal dapat membantu menekan dampak kerusakan maupun potensi korban.

Ancaman kebakaran juga menjadi perhatian khusus selama musim kemarau. Pemprov Jateng mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk ketika membersihkan lahan atau sampah.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan pelatihan tersebut diikuti sekitar 150 relawan terpilih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Pelatihan melibatkan instruktur dari Basarnas dengan materi yang diarahkan pada peningkatan kemampuan pencarian dan pertolongan, termasuk Urban Search and Rescue (Urban SAR).

Bergas mengatakan pemetaan kejadian menunjukkan kebakaran masih banyak terjadi pada lahan pertanian maupun perkebunan. Faktor manusia atau kelalaian menjadi salah satu pemicu yang dominan.

“BPBD tetap harus siap. Begitu terdeteksi titik panas (hotspot) yang berefek pada potensi kebakaran, kita langsung bergerak memadamkan bekerja sama dengan Damkar setempat,” kata Bergas.

Penguatan kapasitas relawan pun menjadi salah satu langkah untuk mempercepat penanganan ketika kejadian muncul. Dengan kemampuan yang lebih terlatih, relawan diharapkan dapat membantu melakukan respons awal sebelum penanganan berkembang menjadi operasi yang lebih besar.

Bagi masyarakat, langkah pencegahan tetap menjadi bagian penting. Pada musim kemarau, aktivitas pembakaran terbuka perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak sembarangan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |