Dugaan Mesum Kepsek dan Guru di Pekalongan Terbongkar Berkat  CCTV yang Dipasang Diam-diam

4 hours ago 11
Ilustrasi

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Isu hubungan terlarang antara seorang kepala sekolah dan guru di sebuah SD di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, akhirnya terbongkar setelah rekan kerja mereka mengambil langkah tak biasa. Karena curiga dengan kedekatan keduanya, rekan kerja memasang kamera CCTV tersembunyi di lingkungan sekolah.

Kecurigaan itu kemudian berujung pada rekaman yang memperlihatkan kepala sekolah dan guru tersebut melakukan perbuatan mesum di ruang kelas. Rekaman itu belakangan beredar luas hingga viral di media sosial.

Persoalan tersebut kemudian masuk ke ranah kedinasan karena kedua orang yang terekam merupakan aparatur sipil negara (ASN) dan sama-sama telah berkeluarga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pekalongan, Kholid, membenarkan adanya kasus tersebut.

Menurut Kholid, pihaknya telah menerima informasi mengenai rekaman itu sejak awal Agustus 2026. Setelah dilakukan pengecekan dan informasi tersebut dinyatakan benar, Disdikbud mengambil tindakan terhadap keduanya.

Kepala sekolah tersebut dicopot dari jabatannya dan kemudian ditempatkan di kantor Disdikbud. Sementara guru yang bersangkutan dipindahkan ke sekolah lain dengan lokasi yang cukup jauh.

“Begitu rekaman CCTV itu kami pastikan kebenarannya, kami langsung eksekusi. Oknum kepala sekolah langsung kami copot dan ‘kandangkan’ di dinas. Untuk oknum gurunya sudah kami pindah ke tempat yang jauh,” ujar Kholid kepada Tribunjateng.com, Jumat (4/9/2026).

Menurut Kholid, keberadaan rekaman tersebut tidak muncul begitu saja. Sebelum CCTV dipasang, hubungan keduanya memang sudah lama menjadi bahan pembicaraan di lingkungan sekolah.

Kecurigaan itu akhirnya mendorong sejumlah guru dan karyawan mengambil inisiatif sendiri untuk memasang kamera pengawas secara tersembunyi.

“Yang pasang kamera CCTV inisiatif sendiri, karena isu hubungan keduanya sudah lama beredar,” katanya.

Informasi yang beredar menyebut hubungan keduanya telah berlangsung sekitar enam bulan. Namun, laporan resmi mengenai dugaan pelanggaran tersebut baru masuk ke Disdikbud pada awal Agustus 2026.

Setelah menerima laporan, pihak dinas langsung melakukan penanganan. Meski demikian, Kholid menegaskan proses tersebut dilakukan secara hati-hati karena menyangkut status kedinasan dan kepegawaian dua ASN.

“Ya langsung kami tangani waktu itu. Tapi kami hati-hati betul dalam menangani itu.”

“Karena hubungannya dengan pekerjaan dan sebagainya. Setelah kedua belah pihak tahu, ya sudah, kami tangani,” kata dia.

Dari sisi kepegawaian, Disdikbud kemudian mengambil langkah administratif terhadap keduanya.

Kepala sekolah dicopot dari jabatan dan ditarik ke lingkungan dinas, sedangkan guru dipindahkan ke sekolah lain. Langkah tersebut diambil setelah pihak dinas memastikan informasi dan rekaman yang menjadi dasar laporan.

Kholid menambahkan, sampai saat ini belum ada laporan dari keluarga kedua ASN tersebut terkait persoalan itu.

“Kalau ada laporan beda lagi urusannya nanti. Tapi ini yang penting dari sisi atau secara kepegawaian sudah kami tangani semua,” ujarnya.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian karena bukan hanya menyangkut dugaan pelanggaran disiplin oleh dua ASN, tetapi juga terjadi di lingkungan sekolah yang semestinya menjadi ruang pendidikan dan keteladanan bagi siswa.

Di sisi lain, persoalan tersebut juga memunculkan fakta bahwa isu hubungan keduanya ternyata telah lama beredar di lingkungan internal sekolah sebelum akhirnya mencuat ke publik melalui rekaman CCTV. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |