65 Pekerja Papua di Proyek Tailing Diminta Dipulangkan

17 hours ago 10

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 21:19 WIB

DPRD Mimika mendesak PT HAL memulangkan 65 karyawan asli Papua. Mereka juga menuntut transparansi dalam perekrutan dan pengelolaan proyek tailing. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika, Papua Tengah, meminta PT Honay Ajkwa Lorenz (PT HAL) segera memulangkan 65 karyawan asli Papua yang direkrut dan telah mengikuti pelatihan soft skill oleh Pusat Bantuan Mediasi Gereja Kristen Injili (PBM GKI) di Surabaya, Jawa Timur. Ilustrasi (ANTARA FOTO/ANDRI SAPUTRA)

Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika, Papua Tengah, meminta PT Honay Ajkwa Lorenz (PT HAL) segera memulangkan 65 karyawan asli Papua yang direkrut dan telah mengikuti pelatihan soft skill oleh Pusat Bantuan Mediasi Gereja Kristen Injili (PBM GKI) di Surabaya, Jawa Timur.

"Saat ini 65 karyawan tersebut masih berada di Jakarta dan Surabaya. Kami belum mengetahui kapan mereka pulang," kata anggota DPRK Mimika Anton Niwilingame di Timika, Kamis (3/4) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anton mengatakan sebelumnya PT HAL telah meluncurkan proyek pengelolaan tailing (limbah tambang) menjadi semen, paving block, dan keramik.

"Perusahaan ini telah merekrut sebanyak 6.000 karyawan dan kebanyakan karyawan mendapatkan rekomendasi dari gereja. Namun, perekrutan ini tidak transparan," ujarnya.

Dia menuturkan pemerintah daerah dan DPRK setempat juga tidak diberi informasi terkait dengan proyek pengelolaan tailing.

Anton menambahkan bahwa pihaknya akan memanggil manajemen PT HAL untuk segera memulangkan 65 karyawan dan pengawasan proyek pengelolaan tailing dengan ketat. Hal itu dikarenakan lokasi pabrik dari perusahaan tersebut berada di antara permukiman warga.

(fra/antara/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |