ASUS Kembangkan ASUS Zenni Claw untuk Perluas Akses Agentic AI

4 hours ago 10

INFO TEMPO - Kini kehadiran AI telah mengubah cara masyarakat mencari informasi, menulis, membuat konten, dan mengolah data secara cepat. Perkembangan berikutnya mengarah pada agentic AI, yaitu sistem yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga memahami tujuan, menyusun langkah, menggunakan berbagai tools, menghubungkan informasi, dan menyelesaikan banyak tugas secara bertahap.

Field Application Engineer Lead, ASUS Indonesia, Rifan Fernando menilai, banyak tools agentic AI yang ada saat ini dibangun untuk pengguna yang sudah memahami sisi teknis AI. Pengguna kerap harus memilih model, mengatur environment, menghubungkan tools satu per satu, mengelola izin akses, bahkan sebelum mereka benar-benar tahu apa yang bisa dikerjakan agent tersebut. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kesenjangan antara potensi teknologi dan kesiapan penggunanya inilah yang mendasari pengembangan ASUS Zenni Claw, platform AI agent yang dirancang ASUS untuk membuat agentic AI lebih mudah dipasang, digunakan, dan dipercaya. 

Menurut Rifan, pendekatan ini dibangun di atas empat pilar praktis yang saling melengkapi. Kemudahan pemasangan, ASUS Skills yang siap pakai, local-cloud routing yang fleksibel, dan perlindungan keamanan bawaan. “Keempat pilar tersebut juga menjawab tantangan yang lebih spesifik di pasar seperti Indonesia, di mana minat terhadap AI tumbuh cepat, tetapi kesiapan teknis pengguna sehari-hari masih sangat beragam,” ujarnya.

Sebagai gambaran, kata dia, banyak orang sudah terbiasa memakai chatbot AI untuk bertanya atau menulis. Tapi, begitu bicara agentic AI yang perlu mengatur environment dan menghubungkan banyak tools, sebagian besar masyarakat belum memahaminya. “Padahal di situlah nilai terbesarnya, saat AI benar-benar menyelesaikan pekerjaan, bukan cuma membantu berpikir,” kata Rifan.

Ilustrasi step instal program. Dok. Istimewa

Kemudahan yang Dihadirkan Zenni Claw

Seperti sudah disinggung sebelumnya, pendekatan AI yang dibangun oleh ASUS Zenni Claw terdiri dari empat pilar.Pilar pertama adalah kemudahan pemasangan dan penggunaan. Rifan mengatakan, Zenni Claw menghadirkan alur pemasangan terpandu yang secara otomatis memeriksa sistem dan menyiapkan komponen-komponen penting. “Sehingga pengguna bisa siap hanya dalam beberapa langkah tanpa harus menyentuh terminal atau konfigurasi manual,” ujarnya.

Pilar kedua adalah ASUS Skills yang siap pakai. Alih-alih dihadapkan pada kolom chat kosong dan kebingungan harus mulai dari mana, pengguna bisa langsung menjalankan tugas-tugas siap pakai seperti menyusun draf presentasi, merencanakan itinerary perjalanan, memantau berita sesuai minat, hingga menyiapkan ringkasan harian.

Pilar ketiga menyentuh sisi teknis yaitu local-cloud routing yang fleksibel. Setiap tugas punya kebutuhan pemrosesan yang berbeda. Ada tugas yang lebih cocok diproses secara lokal karena butuh respons cepat atau kontrol data yang lebih ketat, dan ada yang lebih tepat diarahkan ke cloud karena butuh kapasitas komputasi lebih besar. 

Ilustrasi Cloud LLM. Dok. Istimewa

“ASUS Zenni Claw dirancang untuk menyeimbangkan kecepatan, kemampuan, privasi, dan biaya API secara otomatis sesuai kebutuhan tiap tugas, bukan membebankan keputusan itu ke pengguna,” kata Rifan.

Terakhir, pilar keempat adalah perlindungan keamanan yang tertanam sejak awal. Karena agentic AI berinteraksi dengan file, prompt, tools, dan layanan cloud, arsitektur ASUS Zenni Claw dilengkapi pemisahan containerized workspace, guardrails keamanan, filtering data sensitif, perlindungan dari prompt-injection, serta akses cloud yang dilindungi lewat LiteLLM proxy. 

“Secara sederhana, arsitektur ini membantu menjaga alur kerja AI tetap lebih terkendali, mengurangi potensi perilaku berisiko, dan melindungi API key cloud agar tidak terekspos langsung di dalam alur kerja,” katanya.

Keempat pilar ini kemudian diterjemahkan menjadi manfaat nyata lewat tiga kategori asisten. Life Assistant membantu pengguna tetap terinformasi lewat ringkasan pagi, pelacakan berita sesuai minat, hingga rekomendasi tempat makan bersama teman. 

Travel Assistant merangkai potongan-potongan rencana perjalanan seperti pemantauan harga tiket pesawat, penyusunan itinerary harian, dan rekomendasi destinasi lokal yang lebih otentik. Sementara Work Assistant membantu mengubah catatan mentah menjadi output terstruktur, mulai dari merangkum notula rapat, menyusun action item, hingga membuat draf presentasi awal.

“Yang ingin kami capai bukan sekadar menghadirkan teknologi agentic AI yang canggih, tapi memastikan teknologi itu benar-benar bisa dipakai orang kebanyakan sejak hari pertama, tanpa perlu belajar bahasa teknis AI terlebih dahulu,” kata Rifan.

ASUS Zenni Claw dijadwalkan tersedia sebagai unduhan gratis pada akhir Juni 2026, mencakup perangkat ASUS berbasis Intel, AMD, maupun Qualcomm. Pendekatan lintas platform ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi pengguna untuk mencoba langsung manfaat agentic AI yang praktis. “Agentic AI akan terus berkembang, tapi nilainya baru benar-benar terasa kalau orang-orang biasa bisa memakainya tanpa hambatan. Itu yang terus kami kejar dalam setiap iterasi ASUS Zenni Claw ke depan.” (*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |