Bank Jago Raih Laba Bersih Rp 189 Miliar Semester I 2026

4 hours ago 10

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Jago Tbk membukukan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp 189 miliar sepanjang semester I 2026. Perolehan tersebut meningkat 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 127 miliar. “Sebagai bank berbasis teknologi, pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari inovasi produk dan layanan kami serta kolaborasi kuat dengan mitra ekosistem strategis,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris, dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 Juli 2026.

Selain pertumbuhan laba, perusahaan mencatat peningkatan aset sebesar 28 persen per akhir Juni 2026. Aset Bank Jago tercatat mencapai Rp 41,4 triliun. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Arief menyatakan Bank Jago juga memiliki tingkat permodalan yang cukup kuat. Hal tersebut tergambarkan dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang tercatat di level 28,4 persen. 

Sepanjang Januari—Juni 2026, bank hasil transformasi dan rebranding dari PT Bank Artos Indonesia Tbk ini mencatat kinerja positif yang tercermin dari peningkatan jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), hingga penyaluran kredit.

Hingga akhir Juni 2026, Bank Jago melayani 20,1 juta nasabah, termasuk 14,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Total nasabah Bank Jago bertambah hampir 3 juta, dibandingkan posisi akhir semester I 2025 sebanyak 17,2 juta nasabah. 

Peningkatan jumlah nasabah berkontribusi positif terhadap penghimpunan DPK. Hingga akhir paruh pertama tahun ini, total DPK Bank Jago mencapai Rp 27,6 triliun atau meningkat 23 persen dari capaian akhir Juni 2025 senilai Rp 22,4 triliun.

Porsi curent account and savings account (CASA) mendominasi DPK sebesar 53 persen atau setara Rp 14,6 triliun, sedangkan deposito menyumbang 47 persen atau Rp 13,1 triliun.

Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 26,6 triliun pada akhir semester I 2026. Jumlahnya meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 21,4 triliun. Pada periode yang sama, Bank Jago mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross 0,8 persen.

Arief mengatakan pertumbuhan bisnis didukung inovasi produk dan layanan serta kolaborasi dengan mitra ekosistem strategis. Salah satu kolaborasi adalah kerja sama antara Bank Jago dengan ekosistem Bibit dan Stockbit yang memungkinkan nasabah terhubung langsung dan seamless untuk membeli produk investasi, seperti reksadana, obligasi, dan saham. Lebih dari 3,6 juta nasabah Aplikasi Jago terhubung dengan Aplikasi Bibit dan Stockbit.

Sementara kolaborasi Bank Jago dengan mitra penyaluran kredit ekosistem dan platform digital dan perusahaan pembiayaan, termasuk BFI Finance, membantu nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan, sekaligus menumbuhkan portofolio kredit Bank Jago dengan lebih cepat dan terukur. 

Arief menambahkan penyaluran kredit melalui partner terus menjadi motor utama bisnis pembiayaan. Namun, ia memastikan penyaluran kredit dilakukan dengan konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas.

Sebagai salah satu komitmen mengimplementasikan konsep pembiayaan yang bertanggung jawab, Bank Jago menghadirkan fitur Rapor Kredit pada Aplikasi Jago. Rapor Kredit merupakan fitur yang membantu debitur memahami kesehatan finansialnya terkait pinjaman atau kredit.

Melalui Rapor Kredit, debitur dapat mengakses informasi kesehatan kreditnya langsung dari Aplikasi Jago sehingga bisa lebih mengenali kapasitas finansialnya. Serta, bisa mengambil keputusan pinjaman dengan informasi yang lebih lengkap dan sesuai dengan kebutuhan. 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |