Bantah Curi Start Pemilu 2029, Ahmad Ali: PSI Start Duluan

12 hours ago 27

INFO TEMPO - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilihan Umum 2029. Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Ahmad Ali menepis anggapan bahwa partainya terlalu dini bergerak. Menurut dia, PSI bukan mencuri start, melainkan memilih bekerja lebih awal untuk mengejar target lolos ke Senayan.

"Sekarang banyak orang bilang, oh ini PSI? Terlalu cepatlah. Kami bukan mencuri start, melainkan start duluan," ujarnya. Menurut dia, istilah “mencuri start” tidak tepat karena langkah yang dilakukan PSI tidak melanggar aturan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Lagi pula, PSI sengaja memulai persiapan lebih awal karena masih memiliki pekerjaan besar, dari membangun struktur, menghadapi verifikasi peserta pemilu, hingga menyiapkan strategi pemenangan. “Kalau Anda punya mimpi itu, bekerjalah lebih awal,” ucapnya.

Keputusan PSI memanaskan mesin partai sejak jauh hari tidak terlepas dari pengalaman dua pemilu sebelumnya. PSI mengikuti Pemilu 2019 dan 2024, tapi belum berhasil menempatkan wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat. Kegagalan tersebut lantas menjadi bahan evaluasi.

Ahmad Ali menyatakan PSI harus melakukan “belanja masalah” untuk mengetahui penyebab kegagalan sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat. "Harus belanja masalah bagaimana supaya berhasil. Kami serius betul untuk (Pemilu) 2029,” katanya.

Menurut dia, salah satu kelemahan PSI dalam pemilu sebelumnya adalah struktur partai yang belum kuat. Kondisi tersebut berdampak pada kesulitan mencari calon anggota legislatif dan membangun basis dukungan di daerah. Kini kondisi itu berubah. PSI tidak hanya mengejar kelengkapan struktur untuk memenuhi persyaratan administratif, tapi juga membangun struktur yang dapat langsung digunakan untuk memenangi pemilu.

Langkah konsolidasi PSI dimulai dari berbagai agenda organisasi. Setelah Kongres PSI di Surakarta, Jawa Tengah, pada 19-20 Juli 2025, partai melanjutkan konsolidasi melalui perubahan logo dari mawar menjadi gajah.

Konsolidasi kemudian berlanjut melalui Rapat Kerja Nasional PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29-31 Januari 2026. Setelah itu, agenda organisasi bergerak ke tingkat provinsi melalui rapat kerja wilayah, kemudian rapat koordinasi daerah di tingkat kabupaten dan kota, hingga tingkat ranting. Ahmad Ali bertugas memastikan struktur tersebut benar-benar terbentuk. Ia berkeliling ke berbagai daerah, termasuk dalam safari politik bersama Ketua Dewan Pembina PSI Joko Widodo. 

Ahmad Ali melanjutkan, konsolidasi tidak cukup dilakukan melalui laporan administratif. Ia ingin memastikan pengurus yang tercatat memang benar-benar ada dan bekerja. "Pastikan yang hadir adalah betul orang yang ada dalam surat keputusan. Bukan orang-orangan. Bukan sekadar telepon, lalu bilang beres, tanpa memastikan ada manusianya," tuturnya.

Menurut Ahmad Ali, sekitar 90 persen kepengurusan daerah PSI saat ini telah terbentuk. Struktur di tingkat kecamatan juga disebut telah mencapai 90 persen. Sedangkan kepengurusan tingkat provinsi sudah selesai. "Kami optimistis ke depan dengan terbentuknya struktur sampai tingkat desa seperti itu,” ujarnya.

Yang membedakan persiapan PSI kali ini, menurut Ahmad Ali, adalah orientasinya. Struktur partai tidak dibangun hanya untuk memenuhi kebutuhan verifikasi sebagai peserta pemilu. PSI juga telah menyiapkan struktur pemenangan. Menurut dia, struktur untuk verifikasi pada dasarnya hanya memastikan terdapat kepengurusan dan anggota yang memenuhi ketentuan. Setelah itu, partai masih harus bekerja keras untuk memenangi pemilu.

Karena itu, PSI mulai membangun struktur pemenangan di setiap provinsi. Ahmad Ali menyebutkan satu struktur pemenangan provinsi disiapkan sebanyak 35-40 orang. Tujuannya, setelah semua proses verifikasi selesai, partai tidak perlu kembali membangun organisasi dari awal. "Jadi, masuk pada tahapan pembuatan struktur pemenangan provinsi sudah 35-40 orang. Sebab, setelah selesai verifikasi, langsung gas,” ujarnya.

Ia optimistis struktur yang telah terbentuk akan membuat PSI lebih siap menghadapi Pemilu 2029, termasuk jika terjadi perubahan ambang batas parlemen. "Kami sangat optimistis berapa pun parliamentary threshold bisa kami sesuaikan," ucapnya.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |