CNN Indonesia
Rabu, 26 Mar 2025 13:55 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai menerapkan rekayasa lalu lintas arus mudik Lebaran 2025 pada Kamis (27/3).
Ada tiga rekayasa lalu lintas yang disiapkan, yakni contraflow (lajur lawan arah), one way (satu arah), dan sistem ganjil genap.
Skema contraflow akan diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Km 40 sampai dengan Km 70. Skema ini akan diterapkan mulai 27 Maret pukul 14.00 WIB sampai 29 Maret pukul 00.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan periode kedua, contraflow akan diberlakukan pada Senin (31/3) pukul 13.00-18.00 WIB dan pada Selasa (1/4) pukul 11.00-18.00 WIB.
Kemudian, skema one way akan diberlakukan di Km 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai Km 414 Tol Semarang-Batang. Skema one way di dua jalur ini diberlakukan pada 27 Maret pukul 14.00 WIB sampai 29 Maret pukul 00.00 WIB.
Lalu, skema ganjil genap diberlakukan di Km 47 Jakarta-Cikampek sampai Km 414 Tol Semarang-Batang dan Km 31 sampai dengan KM 98 Tol Tangerang-Merak. Rekayasa lalu lintas ini berlaku sejak 27 Maret pukul 14.00 WIB sampai dengan 30 Maret pukul 00.00 WIB.
Informasi soal penerapan rekayasa lalu lintas ini juga diunggah di akun Instagram @korlantaspolri.ntmc.
Adapun Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut puncak arus mudik Lebaran 2025 diprediksi terjadi pada periode 28 sampai 30 Maret 2025.
"Akan terjadi arus puncak balik itu di antara, arus mudik antara 28 sampai dengan 30 Maret, sedangkan puncak arus balik di tanggal 5 sampai 7 April 2025," kata Sigit dalam konferensi pers, Senin (10/3).
Kapolri mengatakan Operasi Ketupat 2025 digelar seluruh jajaran Polda Wilayah dalam rangka mengamankan arus mudik Lebaran.
Operasi Ketupat akan dibagi dua skema yakni wilayah Lampung hingga Bali akan dilaksanakan selama 17 hari, sementara untuk 28 wilayah polda lain akan dilaksanakan 14 hari dimulai dari 23 Maret dan 28 Maret.
(dis/tsa)