CANTIKA.COM, Jakarta - Indonesia merupakan negara yang kaya atas seni budayanya, yakni hasil karya dari para ahli dan senimannya. Namun tak sedikit di antara mereka harus menghadapi tantangan dan hambatan dalam proses kreatif. Kedutaan besar Prancis bersama ASEAN kemudian menyediakan ruang kemudahan melalui Creative ASEAN, kolaborasi di industri seni di Prancis dan 11 negara anggota ASEAN.
Program baru ini akan meluncurkan platform digital yang akan mengumumkan peluang program, alat bantu pendukung kolaborasi, hingga hasil para seniman yang berpartisipasi. Para profesional seni akan diberi akses residensi dan pertukaran lokakarya dari berbagai negara. Dimulai dengan Press Conference yang terlaksana di Wisma Kedutaan Prancis, Jakarta Pusat pada 10 September 2026.
Pada saat Press Conference Fabien Penone selaku Duta Besar Prancis untuk ASEAN menyatakan keinginan untuk memperkuat hubungan Prancis dengan ASEAN. “Creative ASEAN mencerminkan ambisi bersama kami untuk mempererat ikatan budaya antara Prancis dan negara-negara anggota ASEAN dengan visi regional. Inisiatif ini akan membuka peluang baru bagi para seniman, lembaga, dan profesional kreatif untuk berkolaborasi, bertukar pengetahuan, serta mengembangkan proyek-proyek yang berdampak di tingkat regional dan internasional,” jelasnya.
Evangeline T. Ong Jimenez-Ducrocq – Perwakilan Tetap Filipina untuk ASEAN saat Press Conference Launching Creative ASEAN di French Residence, Jakarta Pusat pada Kamis, 10 September 2026. Foto: Kedutaan Besar Prancis untuk ASEAN.
Evangeline T. Ong Jimenez-Ducrocq, Perwakilan Tetap Filipina untuk ASEAN juga mengungkapkan bagaimana inovasi kreatif dari Prancis dipadukan dengan kekayaan budaya ASEAN akan menghasilkan kekuatan baru.
“Creative ASEAN menyatukan kekuatan ASEAN dan Prancis: modal intelektual, sejarah, dan kerajinan yang mendalam serta kemampuan yang tak lekang oleh waktu dalam hal kreativitas dan inovasi dari Prancis, dipadukan dengan sejarah yang kaya, tradisi khas bersama, serta kemakmuran yang terus tumbuh di Asia Tenggara,” ujarnya.
Gaet Seniman Prancis ke Yogyakarta, Buka Hubungan dan Proses Kreatif Baru
Menjadi salah satu profesional yang berkolaborasi dalam program ini, Alfatika Aunuriella Dini selaku Direktur Innovation and Creativity Hub Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai besarnya kesempatan yang akan terbuka melalui Creative ASEAN.
“Tidak semua orang-orang baru di industri kreatif itu punya kesempatan yang sama. Saya rasa dengan adanya Creative ASEAN ini menjadikan industri kreatif di Indonesia dan ASEAN itu lebih inklusif, karena bisa diakses dari multi-stakeholder. Bukan hanya profesional, tapi juga para siswa yang mungkin punya passion di bidang industri kreatif. Terus dosen, dan juga penggiat-penggiat kreatif yang ada di berbagai daerah.”
Sebelumnya ia juga berkesempatan mengikuti Future Leader Initiative Program dari Pemerintah Prancis untuk bertemu dengan penggiat industri kreatif di Prancis. Dari sana ia belajar bahwa medium berseni di masa kini sudah melampaui batas, dapat memasuki dunia digital. Memberikan akses berbeda bagi para penggiat seni, terutama bagi para pemula.
Kerja sama internasional ini juga dilaksanakan antara Gelanggang Inovasi & Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia - Institut français d’Indonésie (IFI) yang menghadirkan ESCAPE Exhibition: Génération Numérique, yakni sebuah pameran seni digital internasional.
Dilaksanakan di Yogyakarta, acara ini melibatkan 16 digital artists dari Prancis yang berkolaborasi langsung dengan seniman tanah air. Membangun koneksi baru yang lebih luas dalam proses penciptaan seni.
Pilihan Editor: Kebaya Goes to UNESCO, Indonesia Gabung Bersama 4 Negara ASEAN
SALSABILLA FARKA KIRANI | ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.















































