Dee Lestari Hadirkan Kisah Perjalanan Hati di Album Baru

16 hours ago 9

PENULIS sekaligus musisi Dewi Lestari atau akrab disapa Dee Lestari kembali memperkenalkan sebuah album penuh berjudul (Jangan) Jatuh Cinta yang akan rilis pada Rabu, 10 Juni 2026. Ia menghadirkan pengalaman yang emosional sekaligus menyenangkan dalam proyek barunya ini.

Pilihan Editor: 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Setelah 18 tahun tidak merilis album penuh, Dee Lestari kembali ke industri musik dengan karya yang merefleksikan perjalanan hidup, cinta, dan proses pendewasaan. Album tersebut diperkenalkan dalam acara listening party yang digelar di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juni 2026.

"Ini betul-betul perjalanan untuk bikin satu album. Jadi ada harunya, ada rasa enggak percaya, dan senang karena ternyata saya memang orang produksi. Saya sangat menikmati proses produksi rekaman," kata Dee Lestari usai acara.

Meski masih aktif menulis dan sesekali merilis single, Dee mengaku proses menggarap album secara utuh memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya. Ia bahkan menyebut tidak merasakan banyak tekanan saat berada di studio rekaman.

Sebaliknya, rasa gugup justru muncul ketika harus kembali tampil di hadapan penonton. Namun setelah menjalani beberapa showcase dalam beberapa waktu terakhir, ia mulai menemukan kembali kesenangan yang selama ini jarang dirasakannya sebagai musisi panggung.

"Saya jarang manggung. Tapi setelah dicoba beberapa kali, ternyata menyenangkan sekali. Itu yang lebih surprising buat saya," ujarnya.

Perubahan di Industri Musik

Kembalinya Dee ke dunia musik setelah hampir dua dekade juga membuatnya menyaksikan banyak perubahan dalam industri rekaman. Salah satu yang paling terasa adalah proses produksi yang kini serba digital. Jika dahulu penyanyi dituntut membawakan lagu secara utuh demi mendapatkan hasil yang sempurna, kini teknologi memungkinkan proses rekaman dilakukan secara terpisah dan disempurnakan pada tahap pascaproduksi.

"Kalau dulu kami benar-benar mengejar kesempurnaan karena masih pakai pita. Sekarang semuanya bisa diedit. Saya bisa nyanyi sepotong-sepotong lalu dijahit oleh engineer. Buat saya itu sesuatu yang enggak biasa," ucapnya.

Tak hanya itu, perubahan juga terjadi pada cara musisi memasarkan karya. Media sosial kini menjadi bagian penting dari strategi promosi, sesuatu yang belum ia temui ketika terakhir kali merilis album. Bahkan, demi mendukung perilisan album terbarunya, Dee akhirnya membuat akun TikTok untuk pertama kalinya.

"Saya gara-gara bikin album ini jadi punya TikTok. Tadinya enggak punya. Tapi dibilang harus ada di TikTok, jadi ya akhirnya bikin," ujarnya. Menurut Dee, beradaptasi dengan platform baru tersebut menjadi tantangan tersendiri karena karakter audiens dan pola interaksinya berbeda dengan media sosial yang selama ini ia gunakan.

Menghidupkan Kembali Perahu Kertas

Di antara delapan lagu dalam album tersebut, Dee memilih memasukkan lagu "Perahu Kertas", karya yang sebelumnya populer lewat suara Maudy Ayunda. Awalnya, ia berencana mengisi album dengan lagu-lagu baru. Namun setelah berdiskusi dengan timnya, ia memutuskan menghadirkan kembali salah satu lagu ciptaannya yang telah dikenal luas oleh publik.

Menurut Dee, versi terbaru "Perahu Kertas" memiliki nuansa berbeda berkat aransemen baru yang dikerjakan oleh Petra Sihombing. Ia menggambarkan lagu tersebut sebagai versi yang lebih matang dibandingkan ketika pertama kali dipopulerkan lebih dari satu dekade lalu.

"Kalau versi Maudy mungkin seperti anak usia 20-an yang baru menemukan jodoh. Kalau yang sekarang seperti usia 50 tahun yang mensyukuri jodohnya," kata Dee.

Album yang Menceritakan Perjalanan Hati

Selain menandai kembalinya dirinya ke dunia musik, album ini juga menjadi simbol penyatuan identitas Dewi Lestari sebagai penulis dan penyanyi. Karena itu, ia memilih menggunakan nama lengkapnya dalam perilisan kali ini.

"Daripada ada dua identitas di luar sana, saya pikir digabung saja jadi Dewi Lestari. Secara simbolik juga seperti mengintegrasikan antara penulis dan penyanyi," ujarnya.

Tak berhenti pada album musik, Dee juga tengah menyiapkan buku puisi pertamanya yang dijadwalkan terbit pada akhir Juni 2026. Buku tersebut nantinya akan menjadi bagian dari rangkaian karya yang saling terhubung dengan lagu-lagu dalam album terbarunya.

Bagi Dee, keseluruhan album ini pada dasarnya berbicara tentang perjalanan hati dan berbagai pengalaman hidup yang membentuk seseorang. "Yang namanya perjalanan hati tidak semuanya manis. Tapi saya percaya pada happy ending. Saya percaya pada akhirnya segala pengalaman hidup itu akan berbuah manis," tuturnya.

Sebagai sosok yang selama ini dikenal melalui berbagai medium kreatif, Dee mengaku tidak pernah membatasi dirinya hanya sebagai penyanyi atau penulis. "Sejatinya saya seorang storyteller, seorang pencerita. Hanya mediumnya saja yang berbeda-beda," katanya.

GHAEIZA KAY RASUFFI

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |