Dikira Sampah, Galon Bekas di Kedungrejo Wonogiri Kini Disulap Jadi Cuan Lewat GELORA ERJI

8 hours ago 14
SampahHasil pengelolaan sampah galon bekas di Kelurahan Kedungrejo Kecamatan Nguntoronadi Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Galon bekas yang selama ini berakhir menjadi limbah mulai mendapat kehidupan baru di Kelurahan Kedungrejo, Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri. Di tangan warga, barang yang biasanya dibuang itu diolah menjadi produk kerajinan bernilai jual melalui program inovasi GELORA ERJI.

GELORA ERJI merupakan kependekan dari Gerakan Limbah Galon Ramah Lingkungan Erte Siji. Program tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Kedungrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, Minggu (14/9/2026).

Konsepnya sederhana. Galon bekas dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali sehingga tidak langsung menjadi sampah. Dari proses tersebut, warga diarahkan untuk menghasilkan berbagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Bagi masyarakat, konsep ini menarik karena persoalan sampah dipertemukan dengan peluang usaha. Limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna dapat diolah menjadi kerajinan dan berpotensi menambah pendapatan keluarga.

Lurah Kedungrejo Haryono menyatakan dukungannya terhadap inovasi yang digagas warga tersebut.

“Program ini sangat luar biasa. Selain mengurangi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mencegah pencemaran tanah dan air, program ini juga melatih keterampilan dan daya cipta warga dalam memecahkan masalah lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas,” ujar Haryono.

Sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian konsep. Warga juga mengikuti demonstrasi pengolahan galon bekas menjadi berbagai bentuk kerajinan.

Ibu-ibu PKK se-Kelurahan Kedungrejo, Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tokoh masyarakat ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dari sini GELORA ERJI diarahkan menjadi gerakan yang dimulai dari lingkungan paling dekat dengan warga, yakni tingkat RT. Galon bekas yang terkumpul tidak sekadar dipindahkan dari rumah ke tempat pembuangan, tetapi dicoba masuk ke rantai ekonomi kreatif.

Program ini juga hadir ketika persoalan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan besar di banyak daerah. Volume sampah harian yang tinggi membutuhkan pengelolaan sejak dari sumbernya agar limbah tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Karena itu, model pengolahan limbah berbasis masyarakat seperti GELORA ERJI membuka dua peluang sekaligus: mengurangi limbah sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Jika terus dikembangkan, warga tidak hanya menjadi penghasil sampah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari rantai pengelolaan dan pemanfaatan sampah bernilai ekonomi.

GELORA ERJI kini menjadi langkah awal warga Kedungrejo untuk mengubah cara pandang terhadap barang bekas. Galon yang sebelumnya dianggap tidak berguna justru dicoba diubah menjadi bahan baku produk kreatif yang bisa memiliki nilai jual.

Dari galon bekas, gerakan itu dimulai. Target berikutnya adalah bagaimana produk warga bisa semakin kreatif, memiliki pasar, dan benar-benar menghasilkan tambahan pemasukan bagi masyarakat. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |