MTI: Penyebab Tenggelamnya Virgo Transport 8 Harus Dibuktikan Secara Teknis

3 hours ago 24

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alumnus Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Rakhmatika Ardianto meminta publik tidak mudah menyimpulkan penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Perairan Jawa, belum lama ini. Menurut dia, terlalu dini menyimpulkan alasan modifikasi kapal, riwayat lintasan di negara asal, serta kedalaman perairan menjadi pemicu kapal tenggelam.

Rakhmatika menekankan, perlunya kajian menyeluruh sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan seperti disampaikan seorang pakar. Menurut dia, perubahan desain KM Virgo memiliki mekanisme pengesahan dan pengawasan. Dia merujuk pada PM Nomor 54 Tahun 2021 tentang Pengesahan Gambar Rancang Bangun Kapal, Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan dan Pengerjaan Kapal.

"Pemilik kapal tidak dibenarkan mengubah konstruksi sesuka hati. Ada gambar rancang bangun, perhitungan teknis, proses pengesahan, serta pengawasan pekerjaan yang dilakukan oleh Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla serta Biro Klasifikasi Indonesia atau BKI," ujar Rakhmatika kepada awak media di Jakarta, Ahad (20/9/2026).

Wakil Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tersebut menjelaskan, praktik modifikasi atau perubahan desain kapal merupakan hal biasa dalam industri pelayaran. Menurut Rakhmatika, sejumlah kapal yang saat ini masih beroperasi juga telah mengalami perubahan desain maupun fungsi selama masa operasinya.

"Sebagai contoh Kapal Doulos Phos, yang dibangun pada 1914 di Amerika Serikat dengan nama SS Medina awalnya merupakan kapal barang, kemudian beralih fungsi menjadi kapal peziarah dan penumpang dengan nama SS Roma, selanjutnya menjadi kapal pesiar MS Franca, lalu beroperasi sebagai perpustakaan terapung MV Doulos pada 1977-2009, hingga akhirnya direvitalisasi menjadi Doulos Phos The Ship Hotel di Bintan sejak 2019 hingga sekarang," kata Rakhmatika.

Selain itu, lanjut dia, ada kapal Shinka Maru dikonversi dari kapal Ro-Ro barang menjadi kapal penumpang dengan nama Our Lady of Medjugorje. Demikian pula kapal Shinsei Maru yang berubah menjadi Our Lady of Sacred Heart. Di berbagai negara, pengubahan kapal itu merupakan praktik biasa.

"Ini menunjukkan bahwa perubahan desain maupun fungsi kapal merupakan hal lazim dalam industri pelayaran, sepanjang dilakukan melalui proses teknis dan memenuhi persyaratan keselamatan serta klasifikasi," ucap Rakhmatika.

KM Virgo Transport 8 dijelaskan telah terjadi modifikasi berupa penambahan ramp door samping kapal. Menurut Rakhmatika, apabila kapal tersebut tidak memenuhi perhitungan stabilitas, tentu kapal tidak akan memperoleh sertifikat kelas. Dia menilai, apabila perubahan konstruksi mengakibatkan stabilitas kapal menjadi negatif, kapal akan mengalami kemiringan sejak dalam kondisi kosong atau sebelum mengangkut muatan.

"Buktinya, kapal tersebut telah beroperasi lebih dari satu bulan dengan lebih dari 30 rit. Pada saat kejadian kecelakaan, kapal telah menempuh perjalanan sekitar 190 mil laut dari total jarak pelayaran 240 mil laut," jelas Rakhmatika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |