Musyawarah Kota (Muskot) Pengurus Kota (Pengkot) Percasi Kota Solo tahun 2026 yang digelar untuk memilih ketua periode 2026-2030 diwarnai dinamika internal. Sejumlah pengurus dan klub lama melayangkan protes terkait proses verifikasi dan tata kelola organisasi.SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Musyawarah Kota (Muskot) Pengurus Kota (Pengkot) Percasi Kota Solo tahun 2026 yang digelar untuk memilih ketua periode 2026-2030 diwarnai dinamika internal. Sejumlah pengurus dan klub lama melayangkan protes terkait proses verifikasi dan tata kelola organisasi.
Diketahui, Muskot yang digelar Minggu (13/8/2026) merupakan agenda wajib untuk memilih kepengurusan baru periode 2026-2030. Perwakilan Klub Beteng Keraton Chess Club (BKCC), Budi Setiyadi menyampaikan kekecewaannya dalam forum. Ia menyebut undangan verifikasi datang mendadak pada tanggal 6 September, padahal masa kepengurusan baru habis tanggal 7 September.
“Kami minta mundur sampai tanggal 30 disetujui, tapi mendadak lagi sampai tanggal 13. Permasalahan internal belum selesai, mengapa harus Muskot,” ujarnya.
Budi juga menyoroti reshuffle pengurus yang dilakukan Ketua sebelumnya tanpa adanya SP 1, SP 2, dan tanpa laporan pertanggungjawaban selama 3 tahun. Selain itu, ia menyatakan keberatannya dengan hasil verifikasi 13 klub dimana lima klub lama disebut tidak diverifikasi dan tidak diundang, sementara klub-klub baru justru masuk.
“Padahal klub yang mendidik atlet malah tidak. BKCC setiap lomba turunkan minimal 5 atlet, saya yang bayari. Tapi karena tidak cocok dengan pengurusan ini, atlet utama kami pindah kota. Harusnya duduk dulu, musyawarah dulu, baru kita kerjakan bersama-sama,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan sidang Muskot Guntur Wahyu Nugroho menegaskan polemik tersebut merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Menurutnya, kepengurusan sudah mencoba merapikan tata kelola dengan mendata dan memverifikasi klub.
“Dinamika internal itu biasa ada keberatan. Makanya ini forumnya forum untuk menyelesaikan keberatan-keberatan. Kalau ada tanggapan dari peserta Muskot seperti itu, ya itu bagian dari dinamika organisasi. Nanti akan kita diskusikan, perdebatkan, kita bahas, lalu kita temukan solusinya,” beber Guntur.
Di sisi lain, ia mengungkapkan Muskot tetap berjalan sesuai jadwal. Agenda utama Muskot 2026 yakni pemilihan Ketua Percasi Solo periode 2026-2030.
Hingga saat ini muncul dua kandidat yang diusulkan klub, yaitu Nafis Mahendra dan Taufiqurrahman. Guntur menambahkan, syarat pencalonan adalah ber-KTP Solo dan mendapat dukungan dari minimal dua klub catur terverifikasi.
“Total hak suara dalam Muskot ini berasal dari 13 klub terverifikasi ditambah 5 Koordinator Kecamatan (Korcam), sehingga berjumlah 18 hak suara. Harapannya dari Muskot nanti dapat menghasilkan ketua baru yang mampu membawa tata kelola organisasi lebih baik serta mengoptimalkan pembinaan dan prestasi catur di Solo,” ungkapnya.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

















































