RI Targetkan Swasembada Kedelai 3-4 Tahun, Lahan dan Benih Disiapkan

9 hours ago 24

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PTPN Group dan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) menyiapkan potensi pengembangan kedelai di lahan sekitar 4.800 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah Jawa dan Banten. Kerja sama tersebut mencakup budidaya dari hulu hingga hilir serta pengembangan Pusat Pengembangan Benih Kedelai untuk mendukung ketersediaan benih bagi petani.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai pemanfaatan lahan dan pengembangan budidaya kedelai di Jakarta, Jumat (11/9/2026). Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PT KUAB Ali Zum Mashar dan Direktur Aset PTPN III (Persero) Agung Setya Imam Efendi, disaksikan Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna serta Utusan Khusus Presiden RI Hashim S Djojohadikusumo.

Hashim mengatakan, pengembangan kedelai perlu disertai penguatan sistem perbenihan agar kebutuhan petani dapat dipenuhi dari dalam negeri. “Saya kira ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai,” ujar Hashim berdasarkan siaran pers yang diterima pada Ahad (13/9/2026).

Hashim berharap Indonesia dapat mencapai swasembada kedelai dalam tiga hingga empat tahun. Menurut dia, ketersediaan lahan yang sesuai untuk kedelai membuka peluang pengembangan benih yang dapat disalurkan kepada koperasi dan petani di berbagai daerah.

“Hendaknya, kita bisa swasembada kedelai ini mungkin dalam waktu 3–4 tahun. Dan saya kira maksud kita adalah untuk menyuplai, memasok benih ke koperasi atau ke banyak petani di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan, PTPN Group akan menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi dalam pengembangan program tersebut. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan lahan, produktivitas, model bisnis, dan keberlanjutan program.

“PTPN Group siap mengambil peran dalam mendukung pengembangan kedelai nasional melalui kolaborasi yang terukur dan berbasis kelayakan,” kata Denaldy.

Potensi lahan sekitar 4.800 hektare berada di sejumlah aset PTPN Group, antara lain Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Kebun Pasir Badak di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Kebun Cibungur di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cisalak Baru di Kabupaten Lebak, serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.

Dalam kerja sama tersebut, PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) akan menjalankan peran sesuai dengan kepemilikan dan pengelolaan lahan masing-masing. PTPN IV PalmCo juga akan mendukung transfer pengetahuan, pengembangan budidaya, serta penyerapan kedelai untuk kebutuhan penanaman berikutnya.

Sementara itu, PT KUAB menangani pelaksanaan budidaya, penyediaan teknologi dan varietas kedelai MIGO, pendanaan, serta transfer pengetahuan. Para pihak juga akan mengkaji aspek teknis, produktivitas, model bisnis, kesiapan lahan, dan keberlanjutan sebelum pengembangan dilakukan lebih luas.

Pembangunan Pusat Pengembangan Benih Kedelai menjadi salah satu fokus kerja sama. Pusat tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan benih berkualitas sekaligus menjadi model pengembangan yang dapat diterapkan bersama koperasi dan petani di daerah lain.

Rencana tersebut berkaitan dengan agenda pemerintah untuk mengembangkan kedelai nasional, termasuk rencana penugasan kepada PTPN Group untuk mengembangkan kedelai hingga 250 ribu hektare secara bertahap sampai 2029. Kerja sama dengan PT KUAB diarahkan untuk membangun kesiapan lahan, model pengembangan, serta kapasitas produksi yang diperlukan untuk mendukung rencana tersebut.

Sebelum penandatanganan Nota Kesepahaman, PTPN Group dan PT KUAB telah melakukan kunjungan serta pemeriksaan lapangan di sejumlah calon lokasi budidaya. Tahapan tersebut mencakup pembahasan kesesuaian lahan, pemetaan areal usulan, dan penyusunan rencana kerja sama.

Pengembangan kedelai tersebut juga diarahkan untuk mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Penguatan dari sisi benih, lahan, budidaya, dan kapasitas petani menjadi sejumlah aspek yang akan dikaji dalam tahap awal kerja sama.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |