Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele yang Bisa Ganggu Ritme Biologis Tubuh

12 hours ago 12

Emotional eating (ilustrasi). Banyak orang tanpa sadar menjadikan makanan sebagai pelarian saat menghadapi stres, kecemasan, atau tekanan hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hidup di era modern yang dituntut serbacepat, tanpa disadari berpengaruh pada kebiasaan makan seseorang. Proses mengunyah yang terburu-buru hingga kebiasaan ngemil pada tengah malam, itu semua pada akhirnya bisa mengganggu ritme biologis tubuh.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Hozefa Runderawala, megatakan tubuh manusia memiliki triliunan bakteri yang berperan penting dalam pencernaan, imunitas, metabolisme, dan kesehatan secara umum. Namun kebiasaan makan yang butuk dapat mengganggu keseimbangan tersebut dan menyebabkan kondisi yang disebut disbiosis, kondisi ketika bakteri baik kalah jumlah dibanding bakteri jahat.

"Ketika seseorang tidak mengonsumsi makanan yang seimbang, kebiasaan makannya buruk, hal itu dapat mengganggu keseimbangan bakteri dan memicu disbiosis," kata dia dilansir laman Hindustan Times, Kamis (28/5/2026).

la kemudian merinci beberapa kebiasaan kebiasaan sepele bisa mengganggu pencernaan dan ritme biologis tubuh. Berikut rinciannya:

1. Makan terburu-buru

Bukan hanya apa yang dimakan, tetapi bagaimana Anda memakannya. Dokter Runderawala mengungkapkan kebiasaan makan terburu-buru dapat menyebabkan aerofagia, yaitu kondisi ketika seseorang menelan terlalu banyak udara saat makan.

Akibatnya, pasien dapat mengalami kembung, rasa tidak nyaman di perut, dan sering bersendawa. Dalam beberapa kasus, seseorang juga bisa merasa cepat kenyang karena lambung terisi udara, bukan makanan.

2. Ngemil larut malam

Kebiasaan lainnya yang harus dihindari adalah makan larut malam dan langsung berbaring setelah makan. Menurut dr Runderawala, sistem pencernaan bekerja lebih optimal ketika mengikuti ritme waktu yang teratur. la menjelaskan bahwa langsung berbaring setelah makan dapat mengganggu fungsi normal lambung dan usus, sehingga menyebabkan gangguan seperti asam lambung naik, kembung, rasa berat di perut, hingga refluks. Sebagai solusi, ia menyarankan agar seseorang tetap berada dalam posisi tegak setidaknya selama dua jam setelah makan untuk membantu proses pencernaan berjalan optimal.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |