Hadirkan Solusi Air Bersih, Pemprov DKI Resmikan 2 Reservoir Baru

3 days ago 16

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PAM JAYA terus berupaya meningkatkan akses air minum perpipaan bagi warga ibu kota. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan Reservoir Komunal di Rusun Tambora, Jakarta Barat, dan Gandaria Utara, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono, secara resmi meresmikan kedua reservoir ini sebagai bagian dari program 100 hari kerjanya. Proyek ini juga menjadi bagian dari rencana besar Jakarta untuk mencapai 100% cakupan layanan air minum pada 2030.

Pramono mengapresiasi PAM Jaya atas upaya yang dilakukan melalui pembangunan Reservoir Komunal. Menurutnya, proyek ini bukan hanya soal meningkatkan kapasitas distribusi air, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mengapresiasi PAM JAYA atas kerja keras dan inovasi yang telah dihadirkan untuk kemajuan pelayanan air bersih di ibu kota," ujar Pramono.

Pembangunan Reservoir Komunal ini merupakan wujud komitmen PAM Jaya untuk meningkatkan cakupan layanan air minum di seluruh Jakarta. Solusi inovatif ini juga guna memastikan ketersediaan air yang merata dan berkelanjutan, sekaligus untuk mengatasi masalah tekanan air rendah dan wilayah yang jauh dari area produksi.

Reservoir Tambora berkapasitas 690 m³, dengan debit 28 liter per detik (Lps), mensuplai 970 sambungan rumah (SR) di Kelurahan Angke, Tambora. Pembangunan memakan waktu 9 bulan dengan investasi senilai Rp11 miliar.

Sedangkan Reservoir Gandaria Utara berkapasitas 300 m³, dengan debit 24 Lps, melayani 1.397 SR di Gandaria Utara dan Kramat Pela, Kebayoran Baru. Dibangun dalam 8 bulan dengan investasi Rp8 miliar.

Secara total, kedua reservoir ini akan memberikan pasokan air bersih bagi 2.367 rumah di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, menjawab tantangan tekanan air rendah di wilayah tersebut.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin menyatakan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk menyediakan layanan air minum berkualitas bagi seluruh warga Jakarta melalui berbagai program inovatif.

"Pembangunan Reservoir Komunal di Tambora dan Gandaria Utara adalah langkah penting untuk memastikan suplai air yang merata, terutama di wilayah dengan tekanan rendah," ujarnya.

Inisiatif PAM Jaya Beri Bantuan Khusus

Selain inovasi reservoir komunal, PAM Jaya juga menghadirkan program Kartu Air Sehat (KAS) yang diperuntukkan bagi kelompok pelanggan 2A1 (Rumah Tangga Sangat Sederhana) dan 2A2 (Rumah Tangga Sederhana).

Program ini memberikan manfaat seperti tarif bantuan khusus, prioritas layanan pengiriman mobil tangki saat gangguan suplai, serta kompensasi bagi pelanggan yang terdampak gangguan suplai. Tarif khusus untuk pelanggan 2A1 adalah Rp1.000/m³ dan untuk 2A2 Rp3.550/m³ hingga 20 m³ pertama.

Tak hanya itu, PAM JAYA juga meluncurkan beberapa inisiatif lain, di antaranya:

1. Bantuan tandon air gratis untuk pelanggan 2A1 dan 2A2, dengan target distribusi 1.000 tandon. Hingga minggu ketiga Maret 2025, sebanyak 358 tandon telah didistribusikan di berbagai wilayah.

2. Program Sanitasi Prima, hasil kolaborasi PAM JAYA dan PALJAYA, memberikan layanan sedot septic tank gratis untuk 3.000 pelanggan dengan pembayaran tercepat.

3. Inovasi Water Purifier menggunakan teknologi Reverse Osmosis & UV untuk menyaring 99,9% kontaminan, mendukung SDG 6 (Air minum & Sanitasi Layak) dan SDG 12 (Konsumsi & Produksi Bertanggung Jawab). Saat ini, 12 unit telah terpasang di sekolah dan fasilitas umum, termasuk di Rusun Tambora.

4. Proyek SPAM Buaran III, yang akan diresmikan pada April 2025, berkapasitas 3.000 m³ bakal melayani 250.000 pelanggan di lima kecamatan di Jakarta Timur.

"Kami juga meluncurkan program Kartu Air Sehat (KAS), bantuan tandon air gratis, serta Sanitasi Prima untuk meningkatkan akses dan kualitas air serta sanitasi di Jakarta," tutur Arief.

"Inovasi Water Purifier dan proyek SPAM Buaran III juga memperkuat upaya kami mencapai 100% cakupan layanan air pada 2030. Semua program ini untuk mendukung kualitas hidup dan kesehatan warga Jakarta," tambah Arief.

Dengan inovasi-inovasi yang terus dikembangkan, PAM Jaya berharap dapat terus menjadi penyedia layanan air minum yang andal, mendukung kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Jakarta.

(ory/ory)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |