Inovasi Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat

7 hours ago 22

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengatakan dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Hal ini disampaikan Jumhur dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang diselenggarakan PT Sucofindo (Persero) di Bali.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan inovasi yang berlandaskan empat prinsip utama, yaitu Green Jobs, Social Preparation and Social Integration, Penerapan Budaya Zero Accident, dan Tobat Ekologis," ujar Jumhur dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Jumhur mengapresiasi konsistensi Sucofindo menghadirkan ENSIA sebagai wadah yang mendorong lahirnya inovasi lingkungan dan sosial dari dunia usaha maupun masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

"ENSIA sangat relevan dengan kebutuhan saat ini dan sejalan dengan PROPER dan Gerakan Tobat Ekologis yang diusung Kementerian Lingkungan Hidup," sambung Jumhur.

Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan dunia usaha, Jumhur berharap ENSIA dapat mendorong kontribusi nyata terhadap pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih, serta pengembangan ekonomi hijau yang menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

Jumhur menyampaikan Gerakan Tobat Ekologis KLH bertujuan mendorong perubahan cara pandang dan perilaku seluruh pemangku kepentingan terhadap lingkungan melalui kolaborasi dan aksi nyata yang berkelanjutan.

"ENSIA menjadi salah satu bukti komitmen keberlanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat," kata Jumhur.

Direktur Utama Sucofindo Sandry Pasambuna mengatakan ENSIA 2026 mendorong lahirnya inovasi dalam memperkuat daya saing bisnis serta meningkatkan ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global. Sandry menegaskan ajang ini bukan sekadar seremoni penghargaan, tetapi juga ruang kolaborasi dan wadah berbagi praktik terbaik (best practice) bagi pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi keberlanjutan.

“ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan,” ucap Sandry.

Sandry mengatakan tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” selaras dengan berbagai dinamika global, mulai dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok hingga ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim.

Melalui tema tersebut, pihaknya mendorong pelaku usaha untuk terus mengembangkan inovasi yang mampu mengoptimalkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya.

"Ke depan, kami berharap ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak," kata Sandry.

Direktur Komersial Sucofindo Agus Permadi mengatakan antusiasme peserta dari dunia usaha terhadap ENSIA terus meningkat setiap tahunnya. Agus menyampaikan ENSIA 2026 mencatat partisipasi 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 local hero, atau meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper.

"Capaian ini menunjukkan semakin tingginya komitmen dunia usaha dalam menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan bisnis,” ujar Agus.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sambung Agus, ENSIA memperbarui topik inovasi khusus yang semula berfokus pada konservasi daerah aliran sungai menjadi transisi energi bersih. Agus mengatakan perubahan ini mencerminkan urgensi ketahanan energi, efisiensi sumber daya, dan pengurangan emisi sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim serta dinamika global yang terus berkembang.

"Melalui fokus tersebut, ENSIA mendorong dunia usaha untuk menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan keberlanjutan nasional," kata Agus.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |