Ilustrasi rudal Iran melesat di udara.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perang Amerika Serikat dengan Iran memasuki fase yang semakin sulit diprediksi. Presiden AS Donald Trump mengatakan konflik kemungkinan berakhir segera setelah pemilihan paruh waktu November, tetapi laporan dari dalam pemerintahannya sendiri menunjukkan Washington mulai mempersiapkan kemungkinan yang jauh lebih suram: perang dapat berlangsung hingga akhir masa jabatan Trump pada Januari 2029.
Di Teheran, sinyal yang dikirim juga jauh dari tanda menyerah. Seorang pejabat senior Iran mengatakan negaranya telah membangun kembali sebagian kemampuan militernya dan kini memiliki persediaan rudal yang dinilai cukup untuk menghadapi konflik berkepanjangan.
Pejabat Iran yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kepada Bloomberg bahwa Teheran tidak berencana mundur hanya karena blokade laut Amerika ataupun serangan terhadap kapal tanker Iran. Menurut pejabat tersebut, pemulihan kemampuan rudal berlangsung setelah intensitas pertempuran sempat menurun pada April.
Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dalam seluruh rinciannya. Namun, laporan terbaru mengenai dimulainya kembali produksi rudal balistik Iran memberikan indikasi bahwa kemampuan Teheran memang belum sepenuhnya dilumpuhkan.
The Wall Street Journal melaporkan Iran kembali memproduksi rudal balistik dengan memanfaatkan persediaan komponen yang tersisa dan fasilitas bawah tanah. Produksinya masih dibatasi oleh kerusakan fasilitas dan blokade yang menghambat pasokan, tetapi kemampuan tersebut menunjukkan program rudal Iran belum berhenti.
Trump: Mereka tak Bisa Bertahan
Trump memberikan gambaran yang jauh lebih optimistis ketika berbicara kepada wartawan menjelang Konvensi Partai Republik di Dallas. Ia menghubungkan berakhirnya perang dengan pemilihan paruh waktu Amerika pada 3 November.
"Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilu karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Mereka sangat putus asa untuk mencoba memengaruhi pemilu," kata Trump, sebagaimana diberitakan Reuters pada Rabu, 9 September 2026.
Trump menuduh Iran sengaja mempertahankan perang untuk memengaruhi hasil pemilihan Kongres. Namun, sejauh ini tidak ada bukti publik yang menunjukkan Teheran sengaja menentukan durasi perang berdasarkan kalender pemilu Amerika.
Pernyataan Trump juga datang ketika perang telah berlangsung sekitar tujuh bulan tanpa tanda penyelesaian politik yang jelas. Konflik dimulai pada 28 Februari 2026 dan sejak itu berkembang dari serangan terhadap fasilitas militer menjadi pertarungan atas jalur energi, kapal tanker, pangkalan Amerika, serta Selat Hormuz.
Trump mengatakan perundingan dengan Iran masih mungkin dilakukan. Namun, ia menegaskan negosiasi bukan pilihan yang saat ini sedang dikejar Washington.

1 hour ago
18















































