Kapan Idul Fitri Tahun Ini? Begini Cara Unik Tarekat Naqsabandiyah Tetapkan Puasa dan Lebaran

3 days ago 37

TEMPO.CO, Jakarta - Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Kota Padang, Sumatera Barat telah memulai ibadah puasa Ramadan sejak Kamis, 27 Februari 2025. Penetapan tersebut berbeda dengan penetapan 1 Ramadan 1446 Hijriah oleh pemerintah. Setelah menjalani 30 hari berpuasa, maka Tarekat Naqsabandiyah akan menjalani Hari Raya Idul Fitri pada 29 Maret, 2025.

Penetapan pelaksanaan puasa tersebut berdasarkan hasil musyawarah yang melibatkan tokoh-tokoh ulama Naqsyabandiyah dua bulan sebelum pelaksanaan ibadah tersebut.

"Kami sudah mulai pada Kamis 27 Februari 2025," ujar Zahar, Imam Surau Baru, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang kepada awak media. Penetapan tersebut telah dirumuskan dua bulan sebelum ibadah puasa dijalankan.

Keputusan awal puasa tersebut didapatkan setelah tokoh ulama Naqsyabandiyah berkumpul dan melakukan musyawarah untuk menetapkan hari awal puasa Ramadhan melalui metode hisab, ru’yah, dalil, ijma, dan qiyas. Setelah melewati proses tersebut, baru disepakati penetapan 1 Ramadan 1446 H.

Para jemaah berpuasa selama 30 hari penuh, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya sehingga hari lebaran jatuh tepat pada 29 Maret 2025.

“Puasa tahun ini berlangsung selama 30 hari, sama seperti sebelumnya,” kata Zahar.

Meskipun berbeda dengan penetapan pemerintah maupun organisasi Islam lainnya, Zahar mengungkapkan bila keputusan tersebut didasarkan pada tradisi dan keyakinan yang telah lama dianut para jemaah Naqsabandiyah.

"Kami memang memulai puasa lebih awal, tetapi itu bukan masalah. Ini adalah keyakinan kami sejak lama," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan agenda penetapan lebaran setiap tahunnya, Tarekat Naqsabandiyah menggunakan cara hisabul rukyat untuk menentukan masuknya 1 Syawal.

“Kami menggunakan cara dengan hisabul rukyat,” kata Zahar.

Selain menggunakan metode tersebut, jemaah Naqsabandiyah menggunakan Dalil Jimak, Qiyas dan Kitab Munjid. Dengan menggunakan metode tersebut, maka pelaksanaan puasa dapat dipastikan lengkap selama 30 hari.

Zahar menjelaskan, "Hisab itu berdasarkan hari apa puasa tahun dahulu, rukyat atas kesepakatan kita bersama Tarekat Naqsabandiyah, dalil berdasarkan bulan 10 hari atau 15 hari kan tahu besarnya sehingga diputuskan Idul Fitri jatuh pada hari ini.”

Tarekat Naqsabandiyah mengikuti aliran dari Abu Bakar Siddiq, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW dengan melihat bulan pada subuh di ufuk timur.

Tarekat Naqsabandiyah dikembangkan oleh Syekh Muhammad Bahauddin An-Naqsabandy dari Bukhara pada 1390 dan telah berkembang secara luas di berbagai wilayah, termasuk Asia Tengah, Volga, hingga Kaukasus. Selain itu, tarekat tersebut juga berkembang di China, India, Turki, serta mencapai Eropa dan Amerika Utara.

Dilansir dari buku berjudul Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia yang ditulis Martin van Bruinessen, Tarekat Naqsabandiyah telah berkembang pesat di Indonesia sejak dua abad sebelum pertama kali diketahui oleh pihak Belanda, meskipun bentuknya mungkin mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Selain ditemui di Sumatera Barat, Tarekat Naqsabandiyah saat ini telah menyebar di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Fachri Hamzah dan Achmad Ghiffary Mannan berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan editor: Idul Fitri 2025 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Versi Pemerintah

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |