PEMERINTAH pusat berencana menghidupkan kembali serta mengoptimalkan penerbangan komersial sejumlah bandara, salah satunya Bandara Adisutjipto Yogyakarta.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai hal itu sangat memungkinkan dilakukan mengingat saat ini aktivitas penerbangan juga masih berjalan di bandara yang berada di Kabupaten Sleman itu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Soal (aktivasi Bandara Adisutjipto) itu bisa saja, sekarang kan juga masih ada penerbangan di sana," kata Sultan di Yogyakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Sultan HB X menjelaskan persoalan utama untuk aktivasi kembali Bandara Adisutjipto saat ini lebih terletak pada regulasi jenis armada. Pesawat bermesin jet kini lebih dialokasikan untuk bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo. Sedangkan Bandara Adi Sutjipto diperuntukkan bagi pesawat bermesin baling-baling.
Berbeda dengan Bandara YIA yang melayani penerbangan internasional, Bandara Adisutjipto kini lebih banyak mengoperasikan pesawat jenis ATR atau pesawat penumpang regional jarak pendek, seperti Yogyakarta- Jakarta, Yogyakarta-Karimunjawa, dan rute pendek lain.
"Masalahnya ke regulasinya saja. Kalau pesawat (mesin) jet sekarang kan dioperasika di bandara baru YIA, sedangkan di Bandara Adisutjipto pesawat baling-baling," kata Sultan HB X.
Sultan HB X menuturkan, otoritas penuh untuk mengaktifkan kembali bandara tersebut berada di tangan Angkasa Pura sebagai pengelola yang menentukan kelayakan investasi di lokasi itu. Terkait isu reaktivasi ini, Sultan HB X sama sekali belum berkomunikasi dengan Angkasa Pura.
"Soal bandara itu kan ditangani Angkasa Pura, apakah akan investasi di sana atau tidak. Sejauh ini belum ada komunikasi," kata Sultan HB X.
Sementara itu, Business Support Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Adisutjipto Yogyakarta Ike Yutiane menyatakan saat ini belum bisa memberikan tanggapan maupun informasi lebih mendalam terkait kabar aktivasi kembali Bandara Adisutjipto.
"Pernyataan resmi soal itu baru akan dikeluarkan setelah ada keputusan yang dapat disampaikan kepada publik," kata dia.
Rencana reaktivasi ini berawal dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki optimalisasi komersialisasi sejumlah bandara, termasuk Bandara Adisutjipto di Yogyakarta dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.
Menindaklanjuti hal itu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Febrian Alphyanto Ruddyard di Jakarta pada Senin, 25 Mei 2026.
Berdasarkan informasi resmi Kementerian Pertahanan, diskusi tersebut fokus pada percepatan program strategis nasional yang berkaitan dengan aset pertahanan, infrastruktur perhubungan, dan industri kedirgantaraan.
Kementerian Pertahanan menyatakan dukungan regulasi dan komitmen penuh terhadap pemanfaatan bersama pangkalan udara TNI Angkatan Udara untuk penerbangan sipil komersial ini.
Terkait kendala teknis, seperti kapasitas apron dan pengaturan jadwal terbang, pemerintah akan melakukan koordinasi lintas sektoral bersama Kementerian Perhubungan serta pemerintah daerah setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Donny menekankan pentingnya menjaga kesiapan militer sekaligus mendorong ekonomi daerah, dengan catatan penataan waktu terbang dan apron harus diperhatikan secara detail agar aktivitas militer dan sipil berjalan harmonis tanpa saling mengganggu.
Selain membahas penataan kedua bandara tersebut, pertemuan tingkat kementerian ini juga merancang proyeksi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri kedirgantaraan makro melalui konsep Sustainable Aerospace Park di Bandara Kertajati, yang mengintegrasikan fasilitas perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan pesawat baik untuk kebutuhan komersial maupun militer.
















































